Puisi Baru Remy Sylado Di Dunia

Puisi Baru Remy Sylado Di Dunia

Puisi Baru Remy Sylado – Remy Sylado disebut sebagai seniman serba bisa. Ia tak cuma berprofesi sebagai penulis novel saja melainkan tersedia banyak karier https://www.mrpizzapasadena.com/ yang ia tekuni, seperti penyair, menulis cerpen, dramawan, kritikus sastra, pemain musik, penyanyi, penata rias, aktor, wartawan, dan juga dosen.

Semua karya-karya sudah berhasil mengharumkan nama Indonesia dan sanggup membawanya ke bermacam ruang diskusi. Bahkan, beberapa satu karya yang ditulis oleh Remy Sylado memenangkan bermacam penghargaan dan terlampau disukai oleh para penggemarnya. Seperti, novel Puisi Mbeling yang mempunyai kisah unik yang berbeda berasal dari novel-novel lainnya dan berlatar belakang di kota Bandung terhadap tahun 1920-an.

Puisi Mbeling berisi karya-karya Remy Sylado dan menjadi buku pertamanya atas pencetus gerakan puisi mbeling terhadap tahun 1971 sampai 2003. Sang penyair, Remy Sylado pilih sendiri 143 puisi yang sanggup membawa dampak pembaca tersenyum, tertawa terbahak-bahak, dan merenung. Jangan tidak benar sangka dulu, puisi-puisi ini mempunyai sikap betul-betul yang harus pembaca sadari. Remy Sylado seolah-seolah menelanjangi sikap feodal dan munafik berasal dari penduduk Indonesia lebih-lebih kalangan pemerintah.

Update Puisi Baru Remy Sylado

Novel Puisi Mbeling karya Remy Sylado bukan cuma sekadar judul topik bernama “mbeling” saja tapi memberi tambahan makna yang cocok sesuai bersama dengan pemilihan kata yang tertuang di didalam novel ini. Uniknya, puisi ini memberi tambahan puisi berupa spiral agar terkesan istimewa dan berbeda berasal dari puisi-puisi lama.

Baca juga: Contoh Puisi tentang Hujan yang Memiliki Makna Mendalam

Bagi pembaca awam, novel puisi ini lumayan mudah dipahami bersama dengan makna tersurat yang sudah disampaikan oleh penulis. Penulis membawa dampak postingan puisi ini secara begitu banyak ragam dan tidak monoton agar lumayan mengasyikkan untuk dibaca sehari-hari. Buku Novel Puisi Mbeling yang ditulis oleh Remy Sylado mendapatkan nilai 3.68 bintang berasal dari pembaca web Good Reads. Berdasarkan opini pribadi, buku ini mempunyai berlebihan dan kekurangan seperti yang sudah tercantum terhadap tabel di atas.

Pertama, novel ini mempunyai berlebihan untuk mengingatkan pembaca terhadap zaman Orde Baru. Puisi ini mempunyai ulasan menarik gara-gara menjadi sasaran kritik berasal dari penulis, Remy Sylado. Terutama pemilihan kata-kata dan sajak puisi cenderung blak-blakan tanpa harus memanfaatkan pemilihan kata ‘asing’ agar novel Puisi Mbeling terkesan indah dan jenaka.

Bagi pembaca pemula, Puisi Mbeling tidak butuh banyak anggapan terhadap makna tersirat di dalamnya. Sebagian besar, penulis sudah menyampaikan secara segera agar terlampau mudah dipahami oleh pembaca. Kumpulan puisi cenderung mengarah ke permainan kata dan sedikit ‘nakal’. Selain kelebihan, novel ini mempunyai kekurangan seperti penggunaan bhs yang sedikit nyeleneh. Walaupun begitu, rancangan vulgar dan kesan kasar tidak diperlihatkan.

Mengenal Sastrawan Puisi Indonesia Yang Mendunia

Mengenal Sastrawan Puisi Indonesia Yang Mendunia

Sastrawan Puisi Indonesia – Puisi memiliki daya magis tersendiri. Berbeda dengan jenis tulisan lain, puisi selalu menghadrikan kejutan menarik. Gubahan para penyair Judi Slot Gacor memang dapat membuat seseorang masuk ke dalam dunia imajinasi. Keindahan bahasa dan kedalaman makna dalam setiap larik menjadi kekuatan yang mampu memikat serta menggetarkan hati seseorang.

Seni yang menggunakan estetika bahasa itu terkadang sering diidentikkan dengan romantisme. Bahkan puisi dapat dijadikan sebagai senjata ampuh untuk menyatakan rasa cinta. Tak heran jika seseorang bisa takluk dan jatuh hati hanya dengan kata-kata bermajas indah.

Kamu pencinta sastra? Ingin tahu bagaimana puisi karya penyair dari berbagai belahan dunia? Berikut ini kami hadikan delapan petikan puisi karya penyair dunia yang bakal bikin kamu ‘meleleh’

Dalam dunia sastra, di Indonesia sendiri telah lahir banyak sastrawan terkemuka yang melegenda. Nama-namanya pun telah mendunia dan dapat menginspirasi bagi siapapun yang membaca dan merenungi puisi-puisinya, salah satunya ialah W.S Rendra.

Sastrawan Puisi Indonesia Yang Mendunia

  • W.S Rendra
  • Chairil Anwar
  • Sutardji Calzoum Bachri
  • Korrie Layun Rampan
  • Mustofa Bisri

Indonesia memiliki banyak sekali tokoh sastrawan yang terkenal akan karya-karyanya. Beberapa di antaranya bahkan sudah mendunia, seperti Dewi Lestari, Ayu Utami, Djenar Maesa Ayu, dan masih banyak lagi. Sastrawan-sastrawan ini juga banyak mendapatkan penghargaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam dunia sastra, di Indonesia sendiri telah lahir banyak sastrawan terkemuka yang melegenda. Nama-namanya pun telah mendunia dan dapat menginspirasi bagi siapapun yang membaca dan merenungi puisi-puisinya, salah satunya ialah W.S Rendra.

Baca juga: Petikan Puisi Penyair Dunia Yang Bikin Kamu ‘Meleleh’

Dikutip dari laman Gramedia, rendra dikenal sebagai penyair paling kaya di Indonesia. Tak heran, karena ia sangat produktif dalam menciptakan dan memanfaatkan metafora-metafora untuk mendukung citraan dramatik dan visual dalam sajak-sajaknya.

Bahkan, W.S Rendra juga mendapatkan julukan sebagai Si Burung Merak atas penampilannya sebagai penyair yang selalu mempesona penonton. Seorang pencinta, layaknya merak yang merentangkan ekor cantiknya untuk menarik perhatian sang kekasih. Berikut kumpulan puisi W.S Rendra.

Petikan Puisi Penyair Dunia Yang Bikin Kamu ‘Meleleh’

Petikan Puisi Penyair Dunia Yang Bikin Kamu ‘Meleleh’

Petikan Puisi Penyair Dunia – Puisi memiliki daya magis tersendiri. Berbeda dengan jenis tulisan lain, puisi selalu menghadrikan kejutan menarik. Gubahan para penyair memang dapat membuat seseorang masuk ke dalam dunia imajinasi. Keindahan bahasa dan kedalaman makna dalam setiap larik menjadi kekuatan yang mampu slot bet 100 perak memikat serta menggetarkan hati seseorang.

Seni yang menggunakan estetika bahasa itu terkadang sering diidentikkan dengan romantisme. Bahkan puisi dapat dijadikan sebagai senjata ampuh untuk menyatakan rasa cinta. Tak heran jika seseorang bisa takluk dan jatuh hati hanya dengan kata-kata bermajas indah.

Kamu pencinta sastra? Ingin tahu bagaimana puisi karya penyair dari berbagai belahan dunia? Berikut ini kami hadikan delapan petikan puisi karya penyair dunia yang bakal bikin kamu ‘meleleh’

Beberapa Petikan Puisi Penyair Dunia

1. William Shakespeare, “I am Afraid”

Kau bilang kau suka hujan,
tapi kenapa kau membuka payungmu ketika hujan
Kau bilang kau suka matahari,
tapi kenapa kau mencari tempat berteduh ketika matahari bersinar
Kau bilang kau suka angin,
tapi kenapa kau menutup jendelamu ketika angin bertiup
Inilah yang aku takutkan
kau mengatakan kau juga mencintai aku

2. Pablo Neruda, “Your Laughter”

tawa yang tersangkut di malam
pada hari, pada bulan,
tawa yang berpantul-pantul di jalan-jalan di pulau ini
tawa pada bocah ceroboh yang mencintaimu
tawa berkelebat saat aku memejam dan membuka mata
tawa ketika langkahku maju, ketika langkahku surut
mengingkari tarikan nafas, udara, sinar, semi, tapi
jangan pernah ambil tawamu
atau aku akan binasa

3. Khalil Gibran, “Love”

Oh Cinta, yang tangan lembutnya mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga akan marwah dan kebanggaan,
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini. Biarkan rasa lapar menggigitku,
Biarkan rasa haus membakarku. Biarkan aku mati dan binasa,

Sebelum kuangkat tanganku untuk cangkir yang tidak kau isi
Dan mangkuk yang tidak kau berkati

Baca juga: 10 Contoh Puisi Pendek 2 Bait Berbagai Tema

4. Edgar Allan Poe, “To One Departed”

Peri tertinggi! Kenanganmu kepadaku
Seperti pesona jauh— pulau asing
Di laut yang ganas—
Beberapa samudra yang mencengkeramkan
jejari badainya; dimana langit
tak putus-putus menjangkau
merangkulkan kilat cahayanya ke pulau

Demi yang bersungguh-sungguh peduli dan menangisi
orang-orang yang mengelilingi setapak jalanku
(setapak kesedihan, aduh, dimana tumbuh banyak hal
namun tak pernah tumbuh setangkai mawar!)
Ruhku yang tertinggal sedikit terhibur
Dalam mimpi-mimpimu; dan tahu
Sebuah taman eden tertidur nyenyak di situ

5. John Cornford, “Huesca”

di batu penghabisan ke Huesca
batas terakhir dari kebanggaan kita
kenanglah sayang, dengan mesra
kau kubayangkan di sisiku ada

dan jika untung malang menghamparkan
aku dalam kuburan dangkal
ingatlah sebisamu segala yang indah
dan cintaku yang kekal

10 Contoh Puisi Pendek 2 Bait Berbagai Tema

10 Contoh Puisi Pendek

10 Contoh Puisi Pendek – Puisi pendek adalah salah satu jenis karya sastra yang terkenal luas di masyarakat. Keberadaannya bahkan disebut-sebut sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Ada banyak contoh puisi pendek yang mengangkat berbagai macam tema, mulai dari cinta, pendidikan, agama, keluarga, hingga tentang kehidupan.

Membuat tulisan puisi tidak melulu harus panjang, melainkan bisa juga pendek yang mencakup 2 atau 3 bait saja.

Setiap satu bait puisi umumnya Bonus New Member terdiri atas 4 baris dan tiap barisnya berisikan rangkaian diksi atau kata-kata indah dan mengandung unsur kiasan.

Contoh Puisi Pendek

Dirangkum berbagai sumber, berikut kumpulan contoh puisi pendek mulai dari tema pendidikan sampai kehidupan.

1. Menggapai Impian

Mengenal masa depan
Mengenal apa itu impian
Ya, di tempat ini aku banyak mengenal
Tempat yang biasa disebut sekolah

Di sekolah
Aku tahu aksara
Aku tahu harapan
Dan aku tahu bagaimana perjuangan menggapai impian

2. Berilmu

Sekolah
Di sinilah mimpiku lahir
Di sinilah bakatku ditemukan
Dan di sinilah aku mampu memulai sebuah harapan

Mendapatkan pengetahuan
Mendapatkan belaian ilmu tak terkira
Terima kasih pada guruku
Karena telah menjadikanku berilmu

3. Lingkunganku

Lingkunganku
Tempat tinggal menghitup udara segar
Menanam sayur dan buah-buahan
Tak tega tertutup sampah kotor

Akan kujaga kebersihanmu
Agar bunga segar mekar dan wangi
Membuat lingkungan menjadi indah
Udara segar dan sejuk tiada habisnya

4. Embusan Udara Bukit

Pohon-pohon menari
Menyambut mentari
Tersipu malu bersama burung-burung
Memuji kehangatan mentari

Asri nan damai alam ini
Tak ingin ku beranjak
Sejuk hingga relung hati ini
Tak ada duanya tempatku mengadu lelah

5. Sahabat

Sahabatku
Alangkah senangnya hatiku
Memiliki sahabat sepertimu
Kamu membuat hari-hariku menyenangkan

Sahabatku
Aku senang bermain bersamamu
Akuu senang belajar bersamamu
Aku pun akan menjadi sahabat terbaikmu

6. Teman Terbaik

Seperti bunga aster di bawah sinar matahari
Dia temanku, dia nomor satu
Diaa semanis roti cokelat
Dia masih ingat tentang diriku

Jadi, jika kamu merasa sedih
Telepon teman, dia akan menenangkan hatimu
Karena seorang teman ada di sana
Saat dunia terus berputar

7. Doa Ibu

Wahai ibu…
Doa terhebatmu
Tuntunanmu
Ketulusanmu
Kau berikan dengan segenap hatimu

Wahai ibu…
Sebab daya ingat itu
Luluh tangkal hatiku
Sampai tidak dapatku rasakan
Meredam jatuhnya butiran bening di pipiku

8. Ayahku Sayang

Ayah, cintaku akan tetap tecurah padamu
Kasih sayang yang telah kau beri
Tak akan pernah aku lupakan

Ayah, tutur katamu selalu ku dengar
Kebijaksanaanmu selalu kuingat
Aku mencintaimu ayah

9. Menyesal

Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta

10. Hidupku Penuh Warna

Bukit-bukit itu membiru dari jauh
Laut itu pun membiru dari jauh
Mereka terlihat sama
Walau sebenarnya berbeda

Keduanya indah
Keduanya memesona
Walau sebenarnya berbeda
Keduanya tak terpisah

Itulah kumpulan contoh puisi pendek yang terdiri atas dua bait dan bisa dijadikan referensi.

7 Contoh Puisi Pendek Tentang Lingkungan

7 Contoh Puisi Pendek

7 Contoh Puisi Pendek – Puisi merupakan karya sastra berisi perasaan penyair yang menggugah emosi pembaca melalui rangkaian kata-kata yang indah. Menurut Kosasih (2012), puisi merupakan wujud karya sastra yang memakai kata-kata indah dan penuh makna.

Adapun penyebab puisi memiliki banyak makna adalah karena bahasa yang digunakan lebih padat dan berbeda dengan bahasa yang digunakan sehari-hari.

Unsur-unsur dalam puisi meliputi unsur batin dan unsur fisik. Unsur batin dapat dibagi menjadi 4, yaitu rasa, tema, amanat. dan nada. Sedangkan unsur fisik dapat dibagi menjadi 6, yaitu gaya bahasa, diksi, tipografi, rima, kata konkret, dan imaji.

Simak contoh puisi pendek tentang lingkungan berikut ini.

Contoh Puisi Pendek Tentang Lingkungan

Berikut kumpulan contoh puisi pendek tentang lingkungan dikutip dari buku Tuhan Menjaga Keseimbangan Alam: Antologi Puisi Siswa SD Medan – Binjai oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara.

1. Hutan yang Malang

Oleh: Jehan Sri Handani

Alangkah indahnya dirimu

Kau mempunyai daun yang lebat

Kau berguna sebagai paru-paru dunia

Hutan malangnya nasibmu

Karena orang yang membakar dirimu

Sangat tega dan tidak mempunyai hati nurani

Dia tidak melihat

Begitu banyak orang yang sakit

Dan meninggal

Udara pun menjadi terganggu

Tanah pun menjadi gersang

Banjir melanda kota

Oh, malangnya nasibmu

2. Hutanku Masa Depanku

Oleh: Ghina Abiyyah Maharani

Hutan…

Kau sangat berjasa

Tempat sumber oksigen

Untuk kehidupan makhluk hidup

Hutan…

Tempat hidup hewan

Tempat hidup tumbuhan

Dari segala ragam jenisnya

Hutan…

Kini kau tiada

Rusak karena ulah manusia

Yang rakus dan semakin merajalela

Wahai manusia …

Mari lestarikan hutan

demi kehidupan

dan masa depan

3. Oh, Bumi

Oleh: Cut Amanda Azzahra

Makhluk hidup berkeliaran di sudut-sudut bumi

Air laut yang berwarna biru

Daratan yang berwarna hijau

Gedung-gedung pun menjulang tinggi

Sungguh indah dan besar bumi ini

Oh bumi…

Dunia telah berguncang

Memberi tahu kepada manusia bahwa kau telah rusak

Tetapi, kenapa bumi masih sanggup menahan ini

Oh bumi…

Bumi yang semakin rusak

Manusia tidak memikirkannya

Musibah-musibah yang menimpa

Kurasa itu mungkin balasan bumi

Terhadap apa yang dibuat manusia selama ini…

Oh bumi…

Aku berharap Tuhan membukakan pintu hati manusia

Aku ingin melihat indahnya dunia ini

Alam yang damai

Mentari yang tersenyum

Yang kukenang di hati

Yang tak pernah kulupakan sampai akhir hayat nanti

4. Lingkungan yang Indah

Oleh: Afrina Hera Rahma Dini

Oh lingkungan…

Kau bagai permata di mataku

Karena kau dunia ini menjadi indah

Oh lingkungan…

Kau sudah menghias dunia ini

Dengan tanaman dan bunga-bunga

Tetapi sayang

Tanaman dan bunga-bungamu

Sering dipetik dan dirusak orang

Sehingga habis

Tetapi aku tidak akan pernah

Membuat bunga dan tanamanmu

Hilang dan layu

Aku akan merawatmu

Sampai mekar dan indah

Karena kau aku hidup

Kalau tidak ada kau

Semua manusia menghirup udara kotor

Dan karena kau

Udara kotor menjadi udara yang bersih

5. Alam untuk Anak Cucu Kita

Oleh: Fouren S. Wijaya

Kau yang kini tertawa

Memandikan harta

Duduk dengan santai

Berkawan dengan kemewahan

Dari mana semua kau dapat?

Darii hutan yang kau tebang

Dari hewan yang kau bunuh

Apakah kau tak ingat?

Masih ada anak cucu kita

Yang mau melihat keindahan alam

Dan masih mau menghirup udara segar

6. Bencana Asap

Oleh: Putri Rhamadani

Indonesia menangis

Karena kabut asap yang kian meningkat

Memakan korban dengan singkat

Maut datang, secepat kilat

Kematian terjadi di mana-mana

Lingkunganku yang indah

Kini menjadi kotor

Kabut asap menutupi keindahan alam

Alam menjadi sangat kelam

Hidup menjadi semakin susah

Banyak yang sedih

Melihat alam yang kini telah rusak

Dan kematian yang terus menerkam

Oh Tuhan… tolonglah hambamu

Yang sedang kesusahan

Untuk menghilangkan kabut asap

Agar kami hidup aman dan tenteram

7. Alam Tempat Tinggalku

Oleh: Irine Raka Nabila

Alam tempat tinggalku

Memberiku banyak manfaat dan kebutuhan

Hutan memberiku kayu dan segala buah dan sayuran

Hutan juga adalah tempat tinggal

Bagi bermacam jenis hewan

Kini hutan sudah semakin sedikit

Tiada reboisasi menanam hutan di lahan yang kosong

Manusia membakar seluruhnya

Hingga tiada satu pun tumbuhan di lahan itu

Asapnya menyebar hingga ke pelosok dunia

Dan menyebabkan kematian

Sampah yang dibuang sembarangan

Mengakibatkan banjir, pencemaran air, dan tanah

Begitu juga bencana alam meletusnya gunung sinabung

Mengakibatkan kematian yang besar

Aku sedih melihat seluruh peristiwa itu

Dan aku bersumpah

Akan selalu menjaga alam di sekitarku

Cara Menyampaikan Puisi

Selain ditulis, puisi juga Roulette dibacakan atau disampaikan kepada pendengarnya. Adapun 3 cara yang sering digunakan dalam menyampaikan puisi, yaitu:

  • Deklamasi Puisi

Deklamasi puisi adalah suatu cara menyampaikan puisi menggunakan lisan, tetapi dalam penyampaiannya dilakukan dengan penuh perasaan, penjiwaan, dan penghayatan serta ketika membacakannya Anda tidak perlu membawa teks puisi.

  • Pertunjukan Puisi

Pertunjukan puisi dapa diartikan sebagai pembacaan puisi yang dilakukan pada suatu acara. Pada umumnya, pertunjukan puisi berupa dramatisasi puisi atau musikalisasi puisi.

  • Membacakan Puisi

Membacakan puisi merupakan penyampaian puisi yang dilakukan melalui lisan dan biasanya ketika membacakannya teks puisi akan dibawa ke atas pentas.

5 Contoh Puisi Pendidikan Singkat yang Maknanya Mendalam

5 Contoh Puisi Pendidikan

5 Contoh Puisi Pendidikan  – Puisi adalah salah bentuk seni yang bisa menyampaikan pesan-pesan mendalam dengan kata-kata indah.

Dalam konteks pendidikan, puisi bisa dijadikan cara untuk menyuarakan nilai-nilai dan inspirasi tentang semangat belajar, terima kasih guru, dan masih banyak lagi. Simak berbagai kumpulan contoh puisi tema pendidikan berikut ini.

Kumpulan Contoh Puisi Pendidikan

1. Suara Murid Masa Kini

Karya: Pipit Sriwulan

Inginku bebas inginku lepas
Terserah air mengalir ke mana
Melewati pasir, lembah dan telaga
Berlari sekuat-kuatnya yang tanpa batas

Kebebasan mengolah cipta, rasa, dan karya itu hak kami
Tuk memupuk sejuta potensi yang terpatri di sanubari
Maka waktu, ilmu dan maju akan tumbuh dalam diri
Kemerdekaan dalam bermain dan belajar haruslah ditaati

Dukunglah kami, bimbinglah kami
Menggapai keemasan sebagai wujud dari mimpi
Doakan kami, agar tiada jalan yang tak pantas tuk dilalui
Kami hanyalah seekor semut yang pantas tuk disayangi

Sungguh pendidikan adalah pusaka
Harus selalu dijaga kemurnian dan keutuhannya
Mengayomi, memfasilitasi mencetak generasi
sesuai keyakinan falsafah negeri
Menopang kuat kemajuan negara,
berakarkan budaya Indonesia

Sumber:

Ebook Spirit Guru Penggerak: Kumpulan Puisi Filosofi Ki Hajar Dewantara, Antologi Puisi CGP Angkatan 4 Tulungagung

2. Para Pelajar

Karya: Elfrida Octaviani

Kamii tumbuh untuk Indonesia
Kami hidup untuk Indonesia
Kami mati untuk Indonesia

Tidak semata mata kami hanya meminta
Dengan jeritan dan ronta
Tapi kami juga mengalirkan
Ilmu sebagai terapan yang meringankan

Malam tergelap tepat sebelum fajar
Rintangan dan halangan selalu mengajar
Esa hilang dua terbilang
Tak akan ada harapan yang hilang

Baca Juga : slot bet kecil

Sumber:

Ebook Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto dkk, Civitas Akademika Unika Soegijapranata

3. Sekolahku

Karya: Muhd Hafizuddin

Detik berganti detik
Menit pun ikut berlari
hari silih berganti
bulan ikut meniti
tahun pun tak kuasa hindari
Pergantian masa hingga kini

Di pundakku melekat sebuah tas sekolah
dibahuku terangkat badge sekolah
sakuku logo sekolah pun tak mau tertinggal
Surga masa depan ada di benakku
karena pendidikan adalah kekuatanku
dan buku pelajaran enggan pisah denganku

Sekolahku
Pengabdianku
ilmuku
kucurahkan untukmu
semoga memenuhi pialamu

Sumber:

Rpaper laman academia unggahan Muhd Hafizuddin

4. Pancasila

Karya: Veni Rosfenti

Pernah pada suatu masa dulu, engkau diuji oleh penghianatan bangsamu sendiri
Pernah pada suatu masa dulu, engkau begitu dipuja dan dipuji
Berbagai hal terkait bangsa ini harus atas namamu

Ekonomi Pancasila
Demokrasi Pancasila
Pendidikan Moral Pancasila
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
dan sederet istilah-istilah mentereng lainnya terkait tentangmu

Namun tidak cukup sampai di situ, ujianmu belum selesai Pancasilaku
Pernah pada suatu masa dulu, engkau seolah-olah tenggelam dalam pusaan arus sejarah masa lalu
Tenggorok di sudut gelap kehidupan politik yang hingar bingar
Termangu menatap lorong sunyi di tengah denyut kehidupan bangsamu yang semakin hiruk pikuk

Hingga kini hari lahirmu pun jadi kontroversi
Sejatinya
Bukan soal kau lahir kapan dan siapa yang melahirkanmu

Karena
Engkau telah lahir sejak bangsa ini ada
Engkau dilahirkan ibu pertiwi

Kini
Bangsa yang besar dan beraneka ini membutuhkanmu
Untuk mempersatukan elemen-elemen yang berserak

Dan
Aku mendukungmu Pancasila

Sumber:

Buku Kumpulan Puisi Terbaik Peserta Diklat Samisanov

5. Pahlawan yang Terlupakan

Karya: Ahmad Muslim Mabrur Umar

Cermatilah sajak sederhana ini kawan
Sajak yang terkisah dari sosok sederhana pula
Sosok yang terkadang terlupakan
Sosok yang sering tak di anggap

Ialah pahlawan yang tak ingin di sebut pahlawan
Terkalah kiranya siapa pahlawan ini
Ingatlah lagi kiranya apa jasanya
Ia tak paham genggam senjata api
Ia tak bertarung di medan perang

Ucap, sabar dan kata hati menjadi senjatanya
Keberhasilanmu kawan, itulah jasanya
Cerdasmu dan cerdasku itu pula jasanya
Bukan ia yang di harap menang
Namun suksesmu dan suksesmulah menangnya

Dapatkah kiranya jawab siapa pahlawan ini
Karenanyalah kudapat tulis sajak ini
Karenanyalah kau dapat baca sajak ini
Juluklah ia pahlawan tanpa tanda jasa

Mungkin telah teringat olehmu kawan
Mungkin telah engkau terka jawabnya
Ialah pahlawan dan orang tua kedua
Ialah guru, sang pahlawan yang terlupakan

10 Puisi Populer Karya Penyair Legendaris Indonesia

10 Puisi Populer – Tanggal 28 april di peringati sebagai Hari Puisi Nasional Setiap tahunnya di Indonesia. Hari Puisi Nasional ini di peringati sebagai bentuk penghargaan kepada Chairil Anwar, salah satu penyiar tanah air yang memiliki peran penting dalam perkembangan sastra Indonesia.

Memeriahkan peringatan Hari Puisi Nasional, berikut ini 10 puisi populer karya para penyair legendaris Indonesia

1. Aku – Chairil Anwar

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

2. Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Darmono

Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu

3. Sajak Widuri Untuk Joki Tobing – W.S Rendra

Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.
Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.
Orang-orang miskin menentang kemelaratan.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,
kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.
Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu
karena terlibat aku di dalam napasmu.
Dari bis kota ke bis kota
kamu memburuku.
Kita duduk bersandingan,
menyaksikan hidup yang kumal.
Dan perlahan tersirap darah kita,
melihat sekuntum bunga telah mekar,
dari puingan masa yang putus asa.

4. Dalam Kemah – Goenawan Mohamad

Sudah sejak awal kita berterus terang dengan sebuah teori: cinta adalah potongan- potongan pendek interupsi-lima menit, tujuh menit, empat…. Dan aku akan menatapmu dalam tidur.

Apakah yang bisa bikin kau lelap setelah percakapan? Mungkin sebenarnya kita terlena oleh suara hujan di terpal kemah. Di ruang yang melindungi kita untuk sementara ini aku, optimis, selalu menyangka grimis sebenarnya ingin menghibur, hanya nyala tak ada lagi: kini petromaks seakan-akan terbenam. Jam jadi terasa kecil. Dan ketika hujan berhenti, malam memanjang karena pohon-pohon berbunyi.

Kemudian kau mimpi. Kulihat seorang lelaki keluar dari dingin dan asap nafasmu: kulihat sosok tubuhku, berjalan ke arah hutan. Aku tak bisa memanggilnya.

Aku dekap kamu.

Setelah itu bau kecut rumput, harum marijuana, pelan-pelan meninggalkan kita.

5. Herman – Sutardji Calzoum bachri

herman tak bisa pijak di bumi tak bisa malam di bulan
tak bisa hangat di matari tak bisa teduh di tubuh
gak bisa biru di lazuardi tak bisa tunggu di tanah
tak bisa sayap di angin tak bisa diam di awan
ga bisa sampai di kata tak bisa diam di diam tak bisa paut di mulut
tak bisa pegang di tangan takbisatakbisatakbisatakbisatakbisatakbisa

di mana herman? kau tahu?
tolong herman tolong tolong tolong tolong tolong tolong tolong

10 Puisi Populer

 

Baca Juga :  https://www.memefloristbali.com/kumpulan-puisi-chairil-anwar-yang-menginspirasi/

6. Ibu – Chairil Anwar

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
dan bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu…

Ibu…
Aku sayang padamu…
Tuhanku….
Aku bermohon pada-Mu
Sejahterahkanlah dia
Selamanya…

7. Hatiku Selembar Daun – Sapardi Djoko Darmono

Hatiku selembar daun
Melayang jatuh di rumput
Nanti dulu
Biarkan aku sejenak terbaring di sini
Ada yang masih ingin kupandang
Yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi
Sebelum kausapu tamanmu setiap pagi

8. Sajak Matahari – W.S. Rendra

Matahari bangkit dari sanubariku
Menyentuh permukaan samodra raya
Matahari keluar dari mulutku
Menjadi pelangi di cakrawala
Wajahmu keluar dari jidatku
Wahai kamu, wanita miskin!
kakimu terbenam di dalam lumpur
Kamu harapkan beras seperempat gantang
Dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Satu juta lelaki gundul
keluar dari hutan belantara
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari
Mata mereka menyala
Tubuh mereka menjadi bara
Dan mereka membakar dunia
Matahari adalah cakra jingga
Yang dilepas tangan Sang Krishna
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu
Ya, umat manusia!

9. Dia dan Aku – Sitor Situmorang

Akankah kita bercinta dalam kealpaan semesta?
Bukankah udara penuh hampa ingin harga? –
Mari, Dik, dekatkan hatimu pada api ini
Tapi jangan sampai terbakar sekali

Akankah kita utamakan percakapan begini?
Bukankah bumi penuh suara inginkan isi? –
Mari, Dik, dekatkan bibirmu pada bisikan hati
Tapi jangan sampai megap napas bernyanyi

Bukankah dada hamparkan warna
Di pelaminan musim silih berganti
Padamu jua kelupaan dan janji

Akan kepermainan rahasia
Permainan cumbu-dendam silih berganti
Kemasygulan tangkap dan lari

10. Lukisan Berwarna – Joko Pinurbo

untuk Andreas dan Dorothea

Hujan beratus warna
tumpah di hamparan kanvas senja.

Pohon-pohon bersorak gembira
sebab dari ranting-rantingnya yang sakit
kuncup jua daun-daun beratus warna.

Burung-burung bernyanyi riang,
terbang riuh dari dahan ke dahan
dengan sayap beratus warna.

Dua malaikat kecil menganyam cahaya,
membentangkan bianglala
di bawah langit beratus warna.

Airmata beratus warna kautumpahkan
ke celah-celah sunyi
yang belum sempat tersentuh warna.

Itu tadi 10 Puisi Populer yang ditulis penyair Indonesia

10 Puisi Hari Pendidikan Nasional untuk Siswa SD sampai SMA

10 Puisi Hari Pendidikan Nasional untuk Siswa SD sampai SMA

10 Puisi Hari Pendidikan Nasional untuk Siswa SD sampai SMA

Puisi Hari Pendidikan Nasional salah satunya dibacakan sebagai peringatan hari besar nasonal ini. Jelang Hardiknas 2 Mei 2023, ada beberapa contoh puisi yang bisa dipelajari https://www.memefloristbali.com/.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut puisi pendidikan tentang guru, belajar, sekolah, siswa, tokoh pendidikan, dan semangat untuk menjadi cerdas dan mencerdaskan bangsa.

Puisi Pendidikan Nasional Pendek

Terang

Karya: Bella Artidesimasari

Dahulu temaram
Kami tak kenal terang
Pun siang tak kunjung benderang
Hingga pahlawan datang

Adorasi pahlawan-pahlawan tamu
T’lah tuntun kami menuju padang cahaya
Menitis kami dengan asanya
Tak kenal lelahnya

Pendar asa dalam nadinya
Tri Dharma dalam jantungnya
Debarnya menyeru harsa
Dengan ilmunya kini kami terang

Kini cakrawala menjemput siang
Maka lantanglah terang kami bagikan
Dalam tinta, aksara, buku dan suara
Rasuk pendar itu dalam nadi

Terang adalah kami

Sumber: Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto dkk, Civitas Akademika Unika Soegijapranata

Puisi Hardiknas

Benih Generasi

Karya: Irmahadiani Linasari

Lihatlah benih-benih generasi yang penuh mimpi
Tumbuh indah di ladang sang petani
Alam pun menjadi saksi
Ragam budaya yang tumbuh mengiringi

Tak ada yang salah dengan keragaman
Bukankah itu dapat menguatkan?
Namun, mengapa terkadang kita memaksakan
Padahal kodrat alam begitu nyata

Mereka bukan secarik kertas kosong belaka
Melainkan pribadi yang penuh talenta
Walau mungkin sepanjang harinya
Hanya bermain kesibukannya

Yakinlah kita bisa berpihak pada mereka
Mengembangkan bakat dan potensinya
Lewat kearifan lokal yang menjadi budayanya
Tuk mendapatkan keselamatan dan kebahagiaannya

Mari menuntun sepenuh hati
Membimbing kodrat yan telah terpatri
Layaknya sang petani
Yang menghamba pada benih ini

Memupuk budi pekerti sesuai nilai Pancasila
Dengan cipta, rasa, karsa, dan karya
Tanpa melupakan sebuah perubahan
Kodrat zaman yang penuh tantangan

Ing ngarso sung tulodho
Ing madyo mangun karso
Tut wuri handayani
Tetaplah menjadi semboyan
Tuk wujudkan merdeka belajar

Sumber: Spirit Guru Penggerak: Kumpulan Puisi Filosofi Ki Hajar Dewantara, Antologi Puisi CGP Angkatan 4 Tulungagung

Puisi Tokoh Pendidikan Nasional

Seperti Air Tenang Mengalir di Sungai Rhine

Karya: Ramses P Panjaitan

Seperti air tenang mengalir di Sungai Rhine

Begitulah perjuangan Ibu Kartini memajukan perempuan pribumi

Dalam upaya menyetarakan status sosial bagi wanita dalam hal pendidikan

Bahkan Ibu Kartini mendirikan sebuah sekolah bagi kaum wanita

Jasanya tak pernah terlupakan dan kita harus kenang,
walaupun Ibu kita Kartini telah menjadi kenangan,

tetapi tetap abadi perjuangan

‘alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia
bila kaum perempuan dididik baik-baik.
Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri,
berharaplah kami dengan harapan yang sangat
supaya disediakan pelajaran dan pendidikan
karena inilah yang akan membawa bahagia baginya.’
Kata kata Ibu kita Kartini yang sangat memperjuangkan

kesejahteraan bagi perempuan Indonesia

Seperti apa jadinya jika beliau tidak memperjuangkan
kesejahteraan perempuan?

Mungkin perempuan-perempuan Indonesia jadi tak tau arah?

Jasanya sangatlah besar tentang kemanusiaan,
seperti halnya seorang penyair aku mendambakan itu

Harapanku besar agar Indonesia melahirkan kartini muda
untuk melanjutkan perjuangannya

Seperti air tenang mengalir di Sungai Rhine

Para lelaki harus ingat mereka lahir dari rahim ibu,
maka dari itulah perlakukan perempuan seperti engkau berbakti pada ibumu

Raden adjeng kartini adorsinya terhadap kaum perempuan,
itu adalah cita-cita yang paling mulia

Tetaplah kita kenang, sebagai seorang penyair
aku sangat mengenang dirinya
dan akan memperjuangkan hak-hak kemanusiaan
dan hak-hak perempuan di tanah air tercinta

Sumber: Kartiniku, Kartinimu, Kartini Kita: Kumpulan Puisi oleh Vania Kharizma, dkk.

Puisi tentang Pendidikan 4 Bait

Suara Murid Masa Kini

Karya: Pipit Sriwulan

Inginku bebas inginku lepas
Terserah air mengalir ke mana
Melewati pasir, lembah dan telaga
Berlari sekuat-kuatnya yang tanpa batas

Kebebasan mengolah cipta, rasa, dan karya itu hak kami
Tuk memupuk sejuta potensi yang terpatri di sanubari
Maka waktu, ilmu dan maju akan tumbuh dalam diri
Kemerdekaan dalam bermain dan belajar haruslah ditaati

Dukunglah kami, bimbinglah kami
Menggapai keemasan sebagai wujud dari mimpi
Doakan kami, agar tiada jalan yang tak pantas tuk dilalui
Kami hanyalah seekor semut yang pantas tuk disayangi

Sungguh pendidikan adalah pusaka
Harus selalu dijaga kemurnian dan keutuhannya
Mengayomi, memfasilitasi mencetak generasi
sesuai keyakinan falsafah negeri
Menopang kuat kemajuan negara,
berakarkan budaya Indonesia

Sumber: Spirit Guru Penggerak: Kumpulan Puisi Filosofi Ki Hajar Dewantara, Antologi Puisi CGP Angkatan 4 Tulungagung

Puisi tentang Hari Pendidikan Nasional 3 Bait

Menggapai Impian

Karya: Ni Nengah Restari

Senyum terukir tipis
Menghias bibir yang manis
Langkah demi langkah berpijak
Mengejar angan yang bijak

Sejuta harapan kurengkuh
Laksa rintangan kutempuh
Laksa menuju kemenangan
Menggapai impian

Riang gembira jalan hidup
Hati ikhlas bahagia datang
Perjuangan dan doa penuh ikhlas
Bawa berkah yang berlimpah

Sumber: Goresan Pena: Antologi Puisi Pendidikan oleh Ni Nengah Restari, dkk, Komunitas Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Kreatif Kabupaten Lombok Tengah

Puisi tentang Siswa

Para Pelajar

Karya: Elfrida Octaviani

Kami tumbuh untuk Indonesia
Kami hidup untuk Indonesia
Kami berdiri untuk Indonesia
Kami mati untuk Indonesia

Tidak semata mata kami hanya meminta
Dengan jeritan dan ronta
Tapi kami juga mengalirkan
Ilmu sebagai terapan yang meringankan

Malam tergelap tepat sebelum fajar
Rintangan dan halangan selalu mengajar
Esa hilang dua terbilang
Tak akan ada harapan yang hilang

Sumber: Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto dkk, Civitas Akademika Unika Soegijapranata

Puisi tentang Guru 1

Guru

Karya: David Aribowo

Terlahir karena terpilih
Berada di Bumi karena takdir

Melangkah dengan menebar berkat
Menjadi terang karena tuntutan

Terpilih menjadi guru teladan
Berada di sekolah karena pilihan
Memberi ilmu dengan menebar senyum
Guru teladan yang menjadi terang

Sumber: Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto dkk, Civitas Akademika Unika Soegijapranata

Puisi tentang Guru 2

Hatinya Rupawan meskipun Rusak Badan

Karya: Samsul Hadi

Dia bersua seperti biasa
Menyapa dan bercanda
Namun dia bercita mulia

Bertahan dalam rimba pengetahuan
Kelaparan demi yang lain kecukupan
Perih demi tegaknya kemanusiaan
Adalah dia yang menjadi dambaan dunia
Dialah mutiara indah tak ternilai harganya

Tangan dan kakinya tak mau diam
Perut dan kepalanya terus menerjang
Berjalan membawa senapan siap dibidikkan
Jiwa dan raganya dipertaruhkan
Hidup dan matinya menjadi jaminan
Dengan hati dan pikirannya ia diam dan berjalan
Dia mengarungi samudera kebaikan
Mendaki tebing terjal kebenaran
Rela menderita melebihi apapun
Kesempatannya tak tersia-siiakan
Sanggup melampaui perjalanan jauh berapapun
Sekalipun tinggalkan harta dan kedudukan
Dia aneh dan hina dipandang sebelah mata
Nyatanya ia kaya, mulia, dan tegak perkasa dari yang ada

Tekadnya gigih dalam rencana
Semangatnya kuat bagaikan baja
Hatinya pasrah tinggi ke angkasa
Tawakkal berserah pada sang Penguasa
Meski duri tajam mengoyak tubuh dekilnya
Ia terus melangkah demi ilmu pendidikan
Siapapun yang memandang akan tertawan
Hatinya rupawan meski rusak badan
Kata dan perbuatannya membingungkan
Namun pada pengujungnya semua terbuktikan
Dia sang idaman dicintai Tuhan

(RSKP Dharmais Jakarta, Jumat, 10 Juni 2022)

Sumber: Aku Ingin Digugu dan Ditiru: Kumpulan Puisi Satire Pendidikan oleh Samsul Hadi

Puisi tentang Sekolah

Guru

Karya: Maya Novita

yang pandangannya lurus ke depan
yang duduk tapi menutup mata
yang bersandar di tembok dengan bahu kanan
yang menopang dagu sambil memainkan earphone
yang selalu membalikkan badan untuk tahu sudah ada di mana arah jarum jam
yang menunduk sambil menumpahkan semua imajinasinya melalui pensil di tangan

semua perbedaan tabiat
semua perbedaan kegiatan individu
semua perbedaan cara menyerap sesuatu

di antara mereka semua,
siapa yang ternyata paling fokus menghiraukan satu sosok penolong masa depan mereka di mimbar?

Sumber: Pijar: Antologi Puisi Pendidikan oleh Benny D Setianto dkk, Civitas Akademika Unika Soegijapranata

Puisi tentang Pendidikan Sekolah

Dikoyak Suara

Karya: Ika Rahutami

Di ujung sore yang sepi
Terbayang kerinyit kemarahan bercampur bau perjuangan
yang berkobar sekian puluh tahun lalu
“apakah kamu mendidik?”
“iya,” jawabku
“mendidik semacam apa?”
“ya mendidik orang muda supaya pintar, supaya tidak bertemu alisnya ketika berbicara teknologi, supaya kelak jadi kaya”
“cukupkah?” desisnya lagi. “Kamu lupa, pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan”

Aku terdiam
Membiarkan suara suara di telinga terganti oleh detak nadiku yang lebih cepat
Tergerus oleh arus yang lebih cepat,
terlupa kemewahan idealisme, kokoh kemauan, dan halus perasaan

terlupa atau sengaja lupa
Itu tetap kegagalan

15++ Puisi Tentang Hewan & Binatang Kesayangan

15++ Puisi Tentang Hewan & Binatang Kesayangan

15++ Puisi Tentang Hewan & Binatang Kesayangan

Puisi Tentang Hewan – Memelihara binatang adalah suatu hal menyenangkan. Ekspresi kasih sayang manusia terhadap peliharaan dapat diwujudkan dalam bentuk puisi hewan.

Masing-masing hewan memiliki karakter tersendiri, seperti kelinci dan kucing yang menggemaskan, serta kupu-kupu dan burung yang mempunyai warna-warna indah.

Pesona berbagai binatang tidak jarang menjadi inspirasi bagi anak-anak sekolah untuk lebih mengenal hewan-hewan peliharaaan hingga statusnya yang langka. Kumpulan sajak indah berupa syair berikut adalah contoh puisi tentang binatang yang hidup di alam dan lingkungan sekitar.

Kupu-kupu Indah

Wahai kupu-kupu
Alangkah indah dirimu
Sayapmu berwarna-warni
Kau kepakkan tanpa henti

Wahai Kupu-kupu
Alangkah senang dirimu
Bisa terbang kesana-kemari
Hinggap dari satu bunga ke bunga yang lain

Saat kudekati dirimu
Dengan malu-malu
Terbang meninggalkan
Kuncup bunga
Terbang lagi dan lagi

Seekor Kucing di Rumahku

Ada seekor kucing
Berwarna putih
Kucing itu datang ke rumahku
Beberapa hari yang lalu

Ketika aku sedang makan siang
Kucing itu tiba-tiba mendekatiku
Kucing itu sangat suka
Menggosok-gosokkan badannya di kakiku

Setiap selesai makan
Kusisakan lauk paukku
Untuk memberi makan kucing putih itu

Hari sudah malam
Kucing itu belum juga datang
Kemana gerangan kucing putih itu?

Gajah di Taman Safari

Suatu hari aku diajak ayah
Bertamasya ke Taman Safari di Prigen Jawa Timur

Di Taman Safari ada banyak hewan
Mulai dari hewan herbivora hingga hewan karnivora

Dari dalam mobil yang aku tumpangi
Aku senang ketika melihat seekor gajah
Tubuhnya sangat besar
Belalainya panjang
Gading yang juga besar

Sebelumnya, aku hanya melihat gajah
Dari televisi dan buku saja
Tak kusangka hewan tersebut benar-benar
Berukuran raksasa

Burung Kecilku

Burungku, janganlah pernah mati
Aku ingin kau sehat selalu
Wahai burung kecilku
Aku akan menjaga dan merawatmu

Burung kecilku
Aku akan rindu padamu
Janganlah menangis
Tetaplah terbang tinggi

Burung kecilku
Aku selalu menyayangimu

Rayap

Rayap-rayap menetap
Tinggal disudut-sudut gelap
Kerajaan kecil yang lembab
Ruang yang jarang tersingkap

Rayap-rayap tak punya mata
Mereka tak suka cahaya
Capitnya tajam menggerus kayu
Bahkan mampu melubangi tembokmu

Makhluk dengan kemampuan sosial tinggi
Tak pernah bisa sendiri-sendiri
Hidup bagi mereka adalah koloni
Dan terpisah berarti mati

Siapakah Aku?

Siapakah aku?
Telingaku lebar bak nampan kue
Siapakah aku?
Tubuhku besar bak gedung bertingkat dua
Siapakah aku?
Hidungku panjang bak selang pemadam
Siapakah aku?
Mataku kecil bak dua kumbang hitam

Lantas, siapakah aku?

Pelanduk Emas

Alkisah di hutan jenggala
Hidup ragam rupa satwa
Namun hanya satu yang istimewa
Pelanduk emas sang raja rimba

Elok paras rupa sang raja
Tanduk cabang merekah mendua
Dua dua nya tampak berbahaya
Menghalau musuh sang raja rimba

Namun sayang seribu sayang
Banyak pemburu bermata nyalang
Mengincar kulit sang pelanduk sayang
Tak ayal nyawa sang raja melayang

Itu kisah pelanduk emas
Semoga bias membuat anda cemas
Cemas akan pemubru beringas
Merusak alam dengan cara yang ganas

Kelinciku

Kelinciku
Kau lucu sekali
Melompat kian kemari
Sungguh menarik hari

Kelinciku
Jangan nakal kamu
Membuat aku merasa malu
Karena ku tak bisa mengejarmu

Kelinciku
Bersih dan lembut bulumu
Aku senang memandangmu
Akan kurawat kau selalu

Kung Kong

Kung Kong kung kong
Kutatap langit, kunanti hujan
Kung kong kung kong
Bernyanyi terus, kembang kempis leherku
Kung kong kung kong
Langit menghitam, petir menyambar
Kung kong kung kong
Air menetes, kolam beriak
Kung kong kung kong
Hati gembira, aku melompat

Burung Parkit

Burung oh burung
Kau berjenis parkit
Kau berwarna kuning
Dan kau suka terbang

Burung oh burung
Kau menemaniku sejak aku lahir
Walau kau lebih tua dariku
Aku menyayangimu

Namu sayangn, takdir berkata lain
Kau mati sekitar satu bulan yang lalu
Mungkin karena tak punya teman atau sudah tua
Walau kau di alam sana, aku tetap menjadi temanmu

Namaku Pitapita

Aku suka beryanyi, riang hati
Menyambut tuanku beri makanan bergizi
Aku suka bernyanyi, bahagiakan diri
Meski dikurung dalam sangkar ini
Pitapita nama yang menggemaskan
Pemberian tuanku yang baik

Tuanku, tuan putri cantik
Beri aku udara di luar sangkar ini
Tuanku, tuan putri bagai bidadari
Kasihani diri ini yang sedang bosan
Kasihani diri ini yang rindu angin segar
Kasihani diri ini yang ingin terbang

Pitapita nama yang cantik
Aku harap suatu saat aku bisa terbang
Bertemu teman-temanku yang bebas
Mencari indukku yang entah dimana

Pitapita nama yang cantik
Aku harap burung-burung lain tahu
Jika aku memiliki nama yang cantik
Tak hanya dipajang dan berkicau tanpa larik

Kus Si Tikus

Adik kecil melompat ketakutan
Sesuatu dari balik tirai berjalan sendirian
Mengendap dan terus mengendap
Sesekali berjalan cepat dan belari kecil

Adik kecil memanggilku dengan kencang
Ada apa gerangan adikku yang manis?
Apa yang mengganggumu?
Tenang-tenang, jangan takut

Grusak grusuk Si Kus berjalan
Menabrak apapun yang ada di depannya
Si Kus berhenti sesaat dan kembali berlari
Ekornya pendek sulit untuk ditangkap

Kus si Tikus yang nakal
Ia sering gigiti sepatu adik
Ia sering membuat adik takut
Suatu saat aku akan berhasil tangkap Si Kus

Gonggongmu

Anjing menggonggong, Budi lari terbirit
Banyak yang takut pada gonggongmu
Padahal tak semua yang menggonggong jahat
Padahal tak semua yang mengonggong menggigit

Gonggongmu takuti Budi yang penakut
Budi memang begitu anaknya
Tidak suka hewan peliharaan apapun
Bahkan kelinci yang makan kangkung

Kadang aku kasihan melihatmu sendirian
Menggonggong di tengah dinginnya malam
Memecah keheningan dengan raung kesepian
Membangunkanku yang turut jadi ketakutan

Mungkin ada yang nantinya peduli merawatmu
Menjagamu, memberi makan, dan ajak main
Aku harap mereka segera menemukanmu
Aku harap mereka datang sebelum terlambat

Tetaplah bertahan meski itu tidak mudah
Tetaplah menggonggong, tetaplah tenang
Semoga kamu baik-baik saja
Meski sendirian dalam kesepian

Ikan Kesayangan

Ikan hias ku,
Kecantikan bentukmu menyentuh kalbu,
Keindahan warnamu warnai hari yang kelabu,
Kelincahanmu tumbuhkan semangat baru.

Ikan hias ku,
Keelokan yang mempesona,
Terpancar dari tubuhmu yang jelita,
Menghiasai seisi ruang rumah,
Hadirkan ceria dan gembira.

Rumahmu kubuatkan Aquarium,
Disanalah tempatmu tersenyum,
Kurawat dan kujaga sepenuh hati,
Ningga nanti.

Tetaplah memberi kebahagiaan,
Selalu terbarukan keceriaan,
Kaulah, ikan hias ku,
Ikan kesayanganku.

Kuncir Dua

Lucu sekali kuncir dua
Kunci dua kuncir kelinci
Loncat lompat hap hap
Memegang wortel senyum senang

Kelinciku manis, kelinciku gemas
Tak suka makan banyak banyak
Gemar meloncat melompat
Gemar tersenyum tanda bahagia

Kelinciku, si lucu kuncir dua
Sehatlah selalu, gembira selalu
Jangan lupa minum setelah makan
Tidur yang cukup dan tidak nakal

Setelah membaca syair puisi tentang bermacam hewan peliharaan, langka dan liar diatas, diharapkan kita lebih peduli dan dapat belajar mengenal kekayaan alam serta berusaha untuk terus melestarikannya. Selain itu, bacalah juga puisi tentang alam agar kita semakin mencintai lingkungan sekitar https://www.memefloristbali.com/.

5 Contoh Puisi tentang Hujan yang Menarik Dibaca

5 Contoh Puisi tentang Hujan yang Menarik Dibaca

Memefloristbali.com, Jakarta – Hujan merupakan anugerah yang diturunkan Tuhan kepada makhluk-Nya agar tidak kekurangan air.

Terlepas dari itu, hujan memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Hujan selalu membawa sejuta makna dalam cerita.

Tidak sedikit orang memaknai hujan sebagai bentuk ungkapan kesedihan. Beberapa orang beranggapan hujan identik dengan kenangan yang datang.

Tak ayal, puisi tentang hujan bisa menjadi media ungkapan perasaan yang dialami penulisnya.

Apabila kamu tertarik membaca puisi bertema hujan, bisa menyimak beberapa contohnya di bawah ini.

Kamu pun bisa mempersembahkan puisi tersebut kepada orang tersayang, pasti akan membuat mereka tersentuh.1. Hujan dan Namamu

Senandung lagu mendekap lirih romansa jiwa.

Benak menyapa raut wajah yang nyaris tenggelam.

Dalam lautan mimpi sang penghirup malam.

Melawan hujan, mereguk jejak tanpa nama dunia.

 

Dia yang mencoba membaca arah.

Dalam gelap, memanggil cahaya yang tersembunyi di balik aksara.

Berdiri sendiri mencoba mengenal suara kerinduan.

Adakah dia di sana masih terpaku menatap kenangan.

 

Kemana kau akan berlari.

Melepas pagi dan mencoba memutar mentari.

Apakah kau masih terlelap dan terus bermimpi.

Memuja cinta tanpa rasa haus duniawi.

 

Kenangan hujan memanggilmu dan tetap memanggil namamu.

Meski luka mencoba menjauhkan dirimu dari putaran waktu masa lalu.

Bulan di sana masih merindukanmu.

Untuk kembali padanya, tanpa menghapus tangisan hujan di wajahmu.

 

2. Musim Hujan

Di sini kasih.

Berbalut selimut menghangat raga.

Dingin terasa hingga sampai ke tangan.

Merambah mencari celah.

 

Hujan kali ini begitu berbeda.

Berbeda karena di ujung malam.

Sepi mencekam bosan.

Bermain kantuk membutakan mata.

 

Aku masih di sini.

Masih menjadi beku yang tak hangat.

Terasa sesak tatkala tertatap.

Mungkin dingin menjadi penawar.

 

Atap dan daun rimbun jadi saksi.

Bahwa bening mencumbu hijau.

Terlarut basah meninggal subur.

Penawar di musim kemarau.

Contoh Puisi tentang Hujan
3. Setetes Kenangan Hujan

Dulu,

Saat semburat merah jingga nan elok.

Saat gumpalan kapas gelap bersanding bersama cakrawala.

Tetes kehidupan jatuh serentak.

Membombardir ribuan kilometer lahan.

 

Impresi menguap di atas tanah.

Larut bersama wewangian hujan.

Di bawah rintik-rintik nikmat Tuhan.

Tersemat manis indahnya janji masa depan.

Penuai kebahagiaan semu berselimut basah.5 Contoh Puisi tentang Hujan yang Menarik Dibaca

Kini,

Harus beradu dengan nestapa.

Menatap seruan hina yang menyayat jiwa.

Menusuk hingga rindu menyeruak keluar.

Dengan satu tarikan napas gusar.

 

4. Rindu Bersama Hujan

Ketika tangan sudah tak mampu menggapainya.

Dan ketika bibir sudah tidak mampu mengucapkan kata-kata.

 

Di situlah aku berteduh, ketika hujan deras membasahi tubuhku.

Namun, tidak akan ku biarkan hujan membasahi tubuhmu.

 

Di sini aku merindu.

Merindukanmu yang setiap kali datang bersama hujan.

 

Lambat hari pun berlalu sehingga memaksaku untuk melupakanmu.

Satu hari, dua hari, hingga hari-hari kemudian yang terlewati.

Contoh Puisi tentang Hujan
5. Memori Hujan

Hujan,

Oh, hujan,

Engkau bagiku,

Ingatan kenanganku,

Mengapa aku selalu teringat,

Kenangan manisku,

Kenangan waktu-waktu yang terlewat

 

Oh hujan,

Engkau memori, memori,

Yang tak pernah hilang,

Hingga sampai aku bisa mengingatnya kembali,

 

Hujan,

Engkaulah kehidupan dunia,

Meneteskan air, mengalir,

Hingga mengalir di pikiranku,

 

Oh hujan,

Mengapa aku tersenyum,

Saat engkau turun dan juga sedih,

Saat engkau turun bagaikan kenangan,

Memori yang hilang ,

 

Hujan,

Tetapi sesaat, aku juga teringat,

Akan kenangan-kenangan yang membuatku,

Merasa sedih, kesal,

Tetapi aku menyalahkanmu wahai hujan,

Karena engkau adalah memori,

Yang kembali kepada diriku.

5 Contoh Puisi Tentang Sekolah dan Pendidikan Singkat Terlengkap Penuh Makna

5 Contoh Puisi Tentang Sekolah dan Pendidikan Singkat Terlengkap Penuh Makna

Jadikan puisi tentang sekolah sebagai pesan penuh makna dalam melakukan proses pembelajaran. Cari tahu pilihannya di sini selengkapnya!

Puisi adalah jenis sastra dengan gaya bahasa yang ditentukan oleh irama, rima, dan penyusunan larik hingga bait.

Ada berbagai tema puisi terbaik, mulai dari tema cita-cita, pendidikan, hingga tema sekolah.

Kerap menjadi salah satu tugas yang penting, tak sedikit orang kebingungan untuk membuat puisi karena harus menaati kaidah yang harus terdapat dalam sebuah puisi.

Jika kamu diberikan tugas untuk menyusun puisi, ada beberapa referensi terbaik mengenai sekolah hingga pendidikan yang bisa jadi ajakan pesan penuh makna.

Apa saja inspirasi yang bisa kamu aplikasikan? Simak pembahasannya bersama-sama!

Contoh Puisi Tentang Sekolah dan Pendidikan

1. Sekolah yang Indah

Pagi ini terasa hembusan angin dari celah jendela sekolahku

Hangat cahaya mentari menyentuh dan menyemangatiku

Kubuka buku catatan dan koreksi ulang tugas rumah

 

Hingga tiba saat istirahat dan canda tawa penuh bahagia

Pohon-pohon tinggi menaungi dikala terik

Bunga warna warni menghadirkan keceriaan setiap waktu

 

Ada sekelompok anak asik satu sama lain

Betapa indah suasana sekolahku

Bel berbunyi tanda bersiap kembali masuk kelas

Anak-anak bergegas berlarian

 

Menyambut datangnya guru tercinta

Bersemangat menimba ilmu yang berharga

Betapa indahnya sekolahku

2. Di Sekolah (Karya: Padhang Prabangkara Ariyaning Jati)

Sekolah adalah tempat untuk belajar

Sekolah, tempat banyak teman

Sekolah tempat membaca dan beristirahat

Di sekolah, kita bisa bermain bersama dengan teman

 

Di sekolah, kau akan diajarkan banyak hal

Pelajaran di sekolah itu bermacam-macam

Ada matematika, pendidikan agama

Bahasa inggris, bahasa Indonesia, dan juga bahasa Jawa

3. Tujuan Ilmu (Karya David Aribowo)

Aku melangkah tanpa arah tujuan

Hingga impian menjadi suram

Aku berimajinasi seperti elang

Hingga rintangan terlihat ringan

Aku membuang waktu untuk tujuan

Hingga pengetahuan tampak luas dan terang

Aku berhasil menuntut ilmu

Hingga pekerjaan terasa kesenangan

5 Contoh Puisi Tentang Sekolah dan Pendidikan Singkat Terlengkap Penuh Makna

4. Indahnya Sekolahku

Indahnya sekolahku

Kelasnya bersih,

Halamannya rapi,

Ada bunga di sana sini.

 

Indahnya sekolahku,

Tempat belajar bersama guru,

Tempat bermain dengan teman,

Duduk bersama di tepi taman.

Baca Juga : https://www.memefloristbali.com/

5. Sekolahku yang Paling Keren

Sekolah adalah sekolah terkeren

Aku bangga sekolah di sekolah ini

Bapak ibu guruku juga up to date

Sekolah juga keren, disiplin dan nyaman

 

Di Sekolahku tidak ada kekerasan

Di Sekolahku juga tidak ada murid menghajar guru

Kami saling menjaga dan saling membantu

Kepala sekolah kami juga begitu sangat mendukung murid dan guru

Setiap pagi menjelang masuk kelas

 

Guru guru di depan mendengarkan briefing

Briefing ringan dan menyenangkan

Saling berupaya agar sekolah menyenangkan

 

Kerenkan sekolahku

Moto kami adalah hidup hanya sekali

Jalani dengan sepenuh hati

Agar jangan menyesal nanti

 

Kerennya sekolahku

Teman temanku juga keren

No bullying no prank

 

Sekolahku keren

Wahai teman mari bersama kami sekolah disekolahku

Ada band musik ,kelas sains, dan bahasa

Aku boleh pilih yang kau suka

 

Sekolah sekolah keren

Aku bangga pernah sekolah di sekolahku

Di sekolahku aku belajar

Bahwa hidup harus saling berpautan

Saling pengertian agar tidak berselisihan

7 Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Sahabat, Bermakna!

7 Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Sahabat, Bermakna!

Puisi perpisahan sekolah biasanya dibutuhkan untuk melengkapi acara perpisahan di sekolah.

Biasanya, isi puisi menggambarkan mengenai kenangan di sekolah, rasa syukur, serta ucapan maaf dan terima kasih untuk guru.

Baik panjang ataupun pendek, puisi perpisahan sekolah yang dibuat haruslah menggambarkan isi hati yang tulus.

Contoh Puisi Perpisahan Sekolah yang Sedih

Berikut ini contoh puisi perpisahan sekolah yang sedih, tentang sekolah dan kenangan yang dimiliki:

1. Sekolahku

Kubuat sebuah puisi sederhana untukmu

Tempatku mengaruni samudra ilmu

Kupersembahkan khusus padamu

Wahai sekolahku tercinta

Di sini aku mengenal banyak teman

Hingga menemukan sahabat tersayang

Menemukan kekasih pujaan

Menimba ilmu pengetahuan untuk masa depan

Semuanya menjadi satu di sini

Di sekolahku ini

Sekolah dimana aku menemukan jati diri

Agar berguna bagi bangsa dan negeri

Di sekolah kutemukan ketulusan dari seorang guru

Di sekolah pula aku belajar tentang ilmu

Kubelajar indahnya kebersamaan

Diskusi dalam menyelesaikan perbedaan

Sekolahku, semoga engkau jaya selalu

Menjadi tempat mendidik putera puteri bangsa

Menjadi generai penerus yang berguna

Selamat tinggal aku ucapkan

Wahai sekolahku tersayang

Kau tak akan pernah aku lupakan

Meski seiring perkembangan zaman

2. Kenanganku di Sekolah Tercinta

Hari demi hari begitu cepat berganti diiringi mentari

Pagi hari yang cerah menjadi saksi diriku semangat sekolah

Siang hari yang terik menjadi teman dalam perjalanan

Memetik bunga-bunga ilmu yang sedang merekah

Penuh semangat menggandeng tangan kawan seperjuangan

Menyatu dalam genggaman menerangi masa depan

Pantang untuk menyerah atas alasan kata lelah

Ingin terus menyelami air berilmu sampai sumber itu kering sekalipun

Sekolah ini menjadi cerita sendiri menghiasi dinding hati

Tidak akan terlupakan walau tertutup sebongkah debu

Kisahnya sesejuk embun pagi yang bening di atas dedaunan

Memberi kesejukan pada insan yang haus akan pengetahuan

Kenangan itu hanya tinggal cerita, Kenangan di sekolahku tercinta

Terimakasih telah menjadi rumah tempatku menimba

Pengetahuan sebagai persinggahan untuk hari tua

Terimakasih telah melindungi anak negeri dari kebodohan

Terimakasih sekolahku, engkau tempat yang terbaik untuk menuntut ilmu

Kini kami tinggalkan untuk meneruskan perjuangan

Gerbang kesuksesan telah menunggu kami di sana

Terimakasih telah mengantarkan langkah kami

Aku akan kembali membawa mentari untuk negeri

3. Sepucuk Surat Perpisahan

Tangisku menghiasi jalan perpisahan ini

Bunga-bunga terlihat layu hingga enggan bermekaran

Seolah enggan membuka kuncup di kala perpisahan tiba

Tangkai merunduk seakan ikut merasakan kesedihan

Di telaga yang penuh ilmu ini kami berpisah

Meneruskan untuk menyelami lautan ilmu di seberang sana

Bersama-sama dengan temani kemerlip bintang

Akan ku petik untuk hiasi dinding perjuangan

Terlukis indah di kertas putih jasa para pahlawan pendidikan

Yang telah memberikan sebongkah kilauan ilmu kehidupan

Bagai sumber air yang terus mengalir

Engkau isi dengan perlahan gelas kosong hingga penuh pengetahuan

Perpisahan tidak menyurutkan semangat untuk tetap berjuang

Berada di bawah langit yang sama sebagai saksi

Meyakinkanku bahwa kau tetap memandang langit yang sama

Sepucuk surat perpisahan aku kirimkan …

Baca Artikel Terkait : Memefloristbali.com

7 Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru dan Sahabat, Bermakna!

Contoh Puisi Perpisahan Sekolah untuk Guru

4. Surat Perpisahan untuk Guru

Ibu bapak guru, ini aku tiga tahun yang lalu

Ku harap pagi ini engkau baik baik saja

Pagi ini masih terasa seperti pagi yang lalu

Ini aku yang dulu selembar kertas putih

Yang pernah engkau lukis warna-warna damai nan berarti

Putih agar diriku berpikir jernih

Emas agar diriku bersinar cerah

Dan merah agar hatiku penuh dengan semangat yang membara

Dan akhirnya hari yang kunanti tiba saatnya

Hari untuk melepas tanganmu dari pundakku

Sketsa aku yang tangguh yang akan engkau lepaskan

Sketsa aku yang tersenyum ceria yang siap untuk melangkah

Ibu bapak guruku tersayang

Aku telah siap meneruskan impianku ini

Terima kasih telah membimbingku

Terima kasih bersabar atas kenakalanku

Terima kasih telah mengajariku tanpa pamrih dan ikhlas dengan kesederhanaanmu

Dengan doa, cinta dan harapan

Maafkanlah kami ibu bapak guru

5. Terima kasih, Guru

Di sudut malam kumembisu

Termenung akan segala dosa hariku

Bibir serasa keluh

Tatkala kuucap maaf kesekian kalinya

Aku tahu,

Senyum semu yang engkau tampilkan

Beribu beban yang tak tertahankan

Karena aku

Aku malu, sungguh

Ketika aibku engkau tanggung

Saat mereka mencibir karena aku

Betapa tabah hati yang engkau tanam

Dibalik riangmu yang terenggut

Aku malu pada diriku

Tatkala terucap janji-janji

Tatkala terucap sesalnya hati ini

Tak sekalipun aku beranjak

Hingga kutahu

Kini kau selalu ada

Tak sekalipun gentar, meski mereka hina

Merubah batu menjadi berlian

Merubah kami lebih baik

Terima kasih kusematkan

Rasa syukur aku panjatkan

Teruntuk engkau

Yang tak pernah berhenti berkata

6. Kawan yang Akan Pergi

Waktu akan terus berjalan

Detik demi detik akan terus bergulir

Tak terasa waktu semakin dekat

Kini tibalah saatnya

Waktu d imana kita berada

Di akhir masa bersama-sama

Kawan,

Bagai tersambar petir rasanya hatiku

Sat kau katakan semua itu

Rasanya baru saja kemarin

Kau bilang jika akan pergi ke tempat baru

Untuk meraih impianmu

Teringat seketika dalam benakku

Waktu-waktu yang kulalui bersamamu

Segala canda dan duka kita lewati bersama

Kukira, semuanya akan tetap sama

Terasa berat rasanya hatiku kawan

Kau adalah sahabatku tersayang

Melepaskan kepergianmu

Namun, semua ini demi masa depanmu

Kawan,

Terima kasih untuk segalanya

Atas semua waktu yang kau luangkan

Atas semua tawa yang kau hadirkan

Ingatlah kawan,

Meski jarak dan waktu memisahkan kita

Namun, hati kita akan tetap bersama

Itulah yang namanya sahabat sejati

7. Selamat Tinggal Sahabat

Selamat tinggal wahai sahabat

Ku ucapkan dengan senyum indahku untukmu

Janganlah engkau kembali menoleh ke belakang kembali

Tetap tatap masa depanmu yang gemilang

Aku disini mendukungmu

Ku selalu mengingat akan kebersamaan yang telah kita lalui

Ku selalu mengingatmu dalam setiap memori yang melintas dalam fikiranku

Engkau adalah sahabat yang sesungguhnya

Yang tak pernah letih tuk mengingatkanku akan makna kehidupan

Engkau selalu mengantarkanku akan kebaikan

Duhai sahabat kini kita tak lagi bersama

Akan tetapi percayalah

Waktu akan mempertemukan kita kembali

Dengan gelar yang kita miliki

Itulah contoh puisi perpisahan sekolah untuk guru hingga sahabat. Semoga menginspirasi!

5 Contoh Puisi Islami, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

5 Contoh Puisi Islami, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Jakarta – Puisi merupakan satu di antara jenis karya sastra yang berisi pikiran, perasaan, pesan, dan imajinasi penyair.

Bahasa yang digunakan dalam puisi sifatnya puitis, indah, terikat dengan irama, rima serta disusun dalam larik dan bait.

Ada banyak tema puisi yang bisa dibuat, satu di antaranya bernuansa Islami. Puisi Islami hampir sama seperti puisi pada umumnya. Adapun yang membedakan hanya pada temanya saja yang lebih fokus pada hal yang bernuansa keagamaan.

Puisi Islami biasanya berisi pesan-pesan kebaikan. Puisi tersebut bisa dijadikan pengingat dan pedoman dalam melakukan perbaikan diri menjadi lebih baik serta pelecut semangat dalam ibadah.

Jadi, sebagian besar puisi Islami bertujuan agar umat muslim selalu mengingat Allah Swt.

Alhamdulillah

Di saat waktu berhenti…

Kosong…

Dimensi membutakan mata,

Memekakkan telinga

Lalu diri menjadi hampa,

Saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka,

Sadarku akan hadir-Mu,

Mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak berdiri.

 

Sujudku…

Pun takkan memuaskan inginku,

Untuk hanturkan sembah sedalam kalbu,

Adapun kusembahkan syukur pada-Mu Ya Allah,

 

Untuk nama,

Harta,

Dan keluarga yang mencinta,

Serta perjalanan yang sejauh ini tertempa.

 

Alhamdulillah…

Pilihan dan kesempatan,

Yang membuat hamba mengerti,

Lebih baik tentang makna diri,

Semua lebih berarti akan mudah dihayati.

 

Alhamdulillah…

Alhamdulillah…

Alhamdulillah…

 

Taubat Nasuha

Ketika niat hati terasa mustahil ditepati

Hari-hari pun dilalui kosong tanpa arti

Dunia berbondong-bondong memasuki ruas hati

Memonopoli sukma yang tak berdaya seakan mati

 

Iya…

Aku telah mati sebelum malaikat maut bertamu

Sebelum napas yang dititipkan kembali bagai debu

Bahkan sebelum cakrawala runtuh di jantung sendu

Dan mentari tak lagi khidmat di garis ufuk

Menikam kalbu

 

Entah bekal apa yang akan ditimbang di Yaumul Miizan

Jikalau ibadah yang diwajibkan enggan terlaksanakan

Bahkan panggilannya lima kali sehari pun terabaikan

Hingga ukhrawi tempatku dikembalikan terlalaikan

 

Taaba-yatuubu taubah

Taubat kuazamkan bukti hujah

Sari’a-yasro’u sur’ah

Segera menuju Sang Pemurah

 

Rasa takutku begitu dahsyat terhadap neraka

Tapi aku tak pantas menantikan nirwana

Semoga hatiku sigap jujur dalam niatnya

Untuk berubah menggapai taubat nasuha

Yang Maha Kuasa

Tatkala fajar menyingsing

Dingin pun menelusuk hingga ke tulang

Tak surut doa demi doa

Membumbung ke angkasa

Senandung ayat-ayat-Nya

Kian menggema di setiap sudut semesta

Azan yang dikumandangkan

Kian menenteramkan jiwa

Air yang mengalir membasuhi wajah

Menyegarkan hati dan menyucikan diri

Sujud hamba kepada-Nya

Pemilik alam semesta Allah Yang Maha Kuasa

Ya Allah Ar Rahman

Ya Allah Yang Maha Pengasih

Ya Allah Ar Rahim

Ya Allah Yang Maha Penyayang

Beribu kata terima kasih tak cukup untuk menebus rahmat-Nya

Rahmat Yang Maha Kuasa

Baca Juga : https://www.memefloristbali.com/

5 Contoh Puisi Islami, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Tempat yang Hanya Milik-Mu

Oleh: Irfa Erfianah

Bukan kepalsuan yang ku mau

Bukan kesemuan yang aku butuhkan

Hanya sebuah tempat

Yang bisa terima hinanya aku

 

Ku temukan itu di sisi-Mu

Terlihat dalam agung nama-Mu

Tempat terindah yang hanya milik-Mu

Tempat terindah yang hanya di sisi-Mu

 

Tempat yang bisa terima kotornya aku

Yang beri bahagia dalam ketenangan

Sungguh kepalsuan tiada padanya

Kesemuan pun mustahil ada padanya

 

Wahai Zat Penggenggam Jiwa

Jiwa-jiwa hidup dan jiwa-jiwa mati

Merindu-Mu dalam lembar penghambaan

Berharap diterima di tempat yang hanya milik-Mu.

Candu Rindu Kepada-Mu

Oleh: Siti Nur Kholifah

Hati bergetar mendengar seruan keagungan-Mu

Kaki bersorak melangkah menuju hadapan-Mu

Menjamah air suci untuk membersihkan diri

Menuju ke persimpuhan nan suci

Seraya melantunkan bacaan-bacaan yang menganggungkan-Mu

Syukur tak hentinya menjalar sanubari

Hati bergejolak rasa rindu

Rasa rindu yang tak terbendung ingin segera menghadap-Mu

Rasa rindu seorang hamba yang haus akan rahmat-Mu

Apakah ini candu rindu kepada-Mu

Perasaan takut menyelimuti hati ini

Manakala tiada bertemu dengan-Mu

Seakan takut akan kehilangan-Mu

Hingga tak henti-hentinya ku bersimpuh di hadapan-Mu

Ya Robbi… Ya Rohman…

Jangan engkau hapuskan candu rindu ini

Candu rindu akan diri-Mu

Yang selalu menyelimuti hatiku

5 Puisi Perpisahan Sekolah SD, SMP, Dan SMA Yang Menyentuh Hati

5 Puisi Perpisahan Sekolah SD, SMP, Dan SMA Yang Menyentuh Hati

Butuh inspirasi dalam merangkai puisi untuk perpisahan sekolah? Simak beberapa contoh puisi perpisahan sekolah berikut ini, yuk!

Perpisahan semanis apa pun, seindah apa pun, tetaplah sebuah perpisahan; dan sejatinya memang tidak ada hal indah dari sebuah perpisahan.

Meski demikian, kita tetap bisa memaknai sebuah perpisahan agar tetap terasa indah untuk dikenang.

Dalam hidup ini, kita pasti akan dihadapkan oleh banyak perpisahan, salah satunya perpisahan sekolah.

Merangkai puisi untuk dibacakan kepada teman-teman dan guru bisa jadi salah satu cara untuk memaknai sebuah perpisahan.

Kalau kamu butuh inspirasi merangkai kata-kata indah, berikut ini contoh puisi perpisahan sekolah yang bisa kamu jadikan acuan!.

Puisi Perpisahan Sekolah

1. “Kenangan Kita”

Kenangan kita

Semua terjadi di gedung kotak bernama sekolah

Kita bersama merangkak mengutip ilmu.

 

Kenangan kita

Kita bersama tertawa

Bersama menangis

Bersama bermain

 

Kenangan kita

Sebentar lagi semua itu fiksi

Kenangan yang kita lalui hilang ditelan waktu

Semua cerita kita tamat di pucuk kertas.

 

Kenangan kita

Kawan aku tidak ingin berpisah

Aku ingin kita saling menggenggam

Ingin cerita kita tiada usai.

 

Kenangan kita

Saat nanti kita tiada bersama lagi

Aku ingin kita berjanji pada hati

Berjanji untuk tidak pernah melupakan

Melupakan semua kenangan kita kawan.

2. “Selamat Tinggal Sahabat”

Sahabat kau teramat berarti untukku

Kau selalu menjadi tempat di mana aku selalu dimengerti

Kau selalu menjadi warna.

 

Wahai sahabat

Perpisahan sudah di depan mata

Sebentar lagi kita akan saling melepaskan

Kita tidak akan bertatap wajah.

 

Waktu berjalan begitu cepat

Kemarin rasanya ku tahu namamu

Kemarin rasanya kita menjadi teman sekelas.

 

Mengenalmu adalah anugerah bagiku

Anugerah karena langit telah memberiku bintang yang selalu bercahaya.

Kau adalah bintang yang indah.

 

Pada akhirnya kita harus berpisah

Sebagaimana dulu kita bertemu

Bukankah perpisahan itu terjadi karena ada pertemuan?

 

Aku harus ikhlas

Ikhlas melepaskanmu

Ikhlas bukan berarti melupakan

Karena jujur aku tidak pernah berniat untuk mengusirmu dari pikiranku.

 

Di sekolah ini kita bertemu

Juga di sekolah ini kita berpisah

Kita bertemu karena takdir

Berpisah juga karena takdir.

5 Puisi Perpisahan Sekolah SD, SMP, Dan SMA Yang Menyentuh Hati

3. “Saat Saat Bersama”

Saat-saat bersama

Kita lalui dengan banyak cerita panjang

Kita ukir dengan kenangan.

 

Saat-saat bersama

Di sekolah ini

Kita merasakan pahit manis dunia sekolah

Kita tertawa dan menangis.

 

Saat-saat bersama

Saat kita dihukum

Saat kita ujian

Saat kita terlambat.

 

Saat-saat bersama

Pernahkah terbayang di kau?

Semua waktu bersama kita terlalu indah?

Terlalu berharga untuk dilupa.

 

Saat-saat bersama

Waktu telah membekukan kita

Sebentar lagi kita berpisah

Perpisahan itu tinggal menunggu bulan

Lalu hilang dimakan air mata.

4. “Waktu”

Waktu…

Waktu berjalan cepat

Bagai daun ditiup angin

Raib ditelan hilang.

 

Waktu…

Sudah terlalu lama kita beku terpaku

Pucat di bawah kebersamaan

Kebersamaan yang perlahan hilang.

 

Waktu…

Kita bersama kita berjalan

Di bawah rasa sepi kita berteduh

 

Menunggu sang waktu menerkam.

 

Waktu…

Kawan kita jauh melangkah

Bersama kita duduk di kotak yang bernama kelas

Kita bermain bersama hujan kering.

 

Waktu…

Masa sekolah teramat indah

Semua warna bercampur menjadi bahagia

Bersama kita menari.

 

Waktu…

Sekarang kita adalah langit yang jauh

Hitam biru menjadi saksi

Saksi bahwa waktu tidak akan beku.

5. “Kenangan Bersama Sekolah”

Kenangan

Masih ingatkah dikau?

Saat kita dihukum karena memanjat pagar

Saat kita tidak membuat PR

Saat kita berbicara saat pelajaran

Saat kita tidur di jam pelajaran

Ingatkah dikau?

 

Kenangan

Aku hanya bisa menangis

Aku hanya bisa tersenyum

Aku hanya bisa membayangkan

Aku hanya bisa mengingat

Aku hanya bisa membayangkan

Saat semua kenangan sekolah kita menjadi maya.

 

Kenangan

Ingin rasanya ku berteriak

Melampiaskan rindu yang suri

Bertarung hingga putus

Terbang tanpa sayap

Berjalan tanpa kaki

Menangis tanpa air mata

 

Kenangan

Tuhan terima kasih

Untuk sahabat yang luar biasa

Untuk sahabat yang sangat setia

Untuk sahabat yang sangat peduli

Untuk sahabat yang sangat mengerti

Untuk sahabat yang sangat mencintaiku

Terima kasih.

 

Kenangan

Di sini kita bertemu untuk pertama

Membarter nama dan berjabat tangan

Kau sahabatku dan aku sahabatmu

Di sekolah ini kita bertemu

Di sekolah ini juga kita tumbuh dewasa.

 

Baca Artikel Terkait : https://www.memefloristbali.com/

5 Contoh Puisi Bahasa Jawa atau Geguritan dalam Berbagai Topik

5 Contoh Puisi Bahasa Jawa atau Geguritan dalam Berbagai Topik

 

memefloristbali.com Jakarta – Puisi dalam bahasa Jawa disebut dengan geguritan. Geguritan dapat diartikan sebagai seni atau sastra puisi yang dituliskan dengan bahasa Jawa dan biasanya dibacakan atau dituturkan dengan tembang yang indah.

Puisi bahasa Jawa atau geguritan ini sudah ada semenjak Indonesia belum merdeka dan masih berbentuk kerajaan.

Awalnya, puisi bahasa Jawa ini hanya dapat dibuat oleh para pujangga-pujangga karena memiliki beberapa aturan tertentu yang harus dipatuhi.

Seiring berjalannya waktu, siapa saja dapat membuat puisi bahasa Jawa atau geguritan dengan berbagai referensi yang ada.

Dalam menyusun puisi bahasa Jawa, biasanya sang pembuat akan menggunakan kata bermajas dan menggunakan sastra Jawa yang sangat diperhatikan. Dengan begitu, para pembaca atau pendengar geguritan yang dituturkan, akan merasa terpukau karena kata-katanya yang terdengar indah.

Itulah sedikit penjelasan mengenai puisi bahasa Jawa atau geguritan. Jika kamu penasaran seperti apa puisi bahasa Jawa atau geguritan tersebut, bisa menyimak contoh-contohnya pada artikel ini.

Gusti

Gusti…

Dalem namung tiyang kang lemah

Kang boten saged mlampah piyambak

Gusti…

Dalem namung tiyang ingkang gampil gripil

Tansah kegoda kesenengan donya

Gusti…

Hamung siji panyuwunku

Tuntun dalem wonten ing margi kang padhang gusti

Duh Gusti…

Sekolahku

Sekolahanku…

Panggonan anggonku golek ilmu

Sekolahanku…

Diwulang dening bapak ibu guru

 

Sekolahanku…

Sinau, maca buku

Ing panggonan iki

Aku diajari supoyo karo wong tuwaku kudu bekti

 

Ing panggonan iki

Aku diajari marang kanca aja srei

Diparingi PR kanggo gladhen

Kanggo sangu urip ing tengahing bebrayan

 

Aku percaya…

Sanajan abot kudu dilakoni

Kabeh mau kanggo kepentingan pribadhi

Kareben ngesuk dadi wong kang aji

Miguna tumprap bangsa lan nagari

 

Crita Marang Aku

Senajan ora mesthi bisa mungkasi

Lilakna aku andum donyamu

Kang kebak dening kaendahan

Sing durung kasunyatan

Aku duwekmu wengi iki

Iki ragaku

Iki sukmaku

Aku lila disiksa

Nganti ora ana sisa

5 Contoh Puisi Bahasa Jawa atau Geguritan dalam Berbagai Topik

Ibu

Ibu

Anakmu kang dak wanti wanti

Kang dak kawatirake

Kak kok titipake ana pawiyatan luhur iki

 

Iki anakmu

Kang durung isa nyenengke ibu

Kang durung bisa nyenengke keluarga

Kang isih dadi tanggunganmu ibu

 

Nanging ibu

Anakmu iki bakal banggakke ibu

Banggakke keluarga kabeh

Anakmu rak bakal nyerah bu

 

Kanggo nyekel lintang ana langit

Kang kadhang ditutup mendhung

Kang kadhang mripat wae wis ora bisa weruh

Nanging anakmu iki janji ibu

 

Kanggo Kanca

Biyen, tanganmu genggem tanganku

Biyen, pundakmu enek kanggo aku nangis

Biyen, guyumu nentremke atiku

 

Nanging saiki….

Tangan, pundak, guyumu ilang saka uripku

Kanca-kancaku kabeh, bayangna

Apa sajatining kahanan sajroning dunya

 

Yen ora ana welas lan asih

Ora ana uga kekancanan tanpa pamrih

Ing sakjroning manah atiku

Aku ngrasakna kepengin ngamuk wektu iku

 

Kanca lan kancaku

Elinga rasa atiku iki

Jaganen rasaning welas asih iki

17 Puisi Singkat tentang Ayah Menyentuh Hati, Puitis dan Penuh Kasih Sayang

17 Puisi Singkat tentang Ayah Menyentuh Hati, Puitis dan Penuh Kasih Sayang

 

Puisi tentang ayah dapat menjadi hadiah yang berkesan untuk mengungkapkan kasih sayang anak pada orang tuanya. Rangkaian kata di dalam puisi tentang ayah mewakili ungkapan perasaan dan kasih sayang kepada sosok yang telah berjasa besar dalam kehidupan anaknya.
Namun dalam menulis sebuah puisi tentang ayah, seringkali kita merasa kesulitan. Bunda kini tak perlu bingung, kini sudah banyak tersedia beragam puisi tentang ayah yang menginspirasi dan menyentuh hati.

Kumpulan puisi tentang ayah berikut ini dapat Bunda jadikan contoh dan referensi untuk menunjukkan cinta dan kasih sayang pada ayah tercinta lho! Simak selengkapnya berikut ini ya, Bunda.

Baca Juga : https://www.memefloristbali.com/

1. Puisi tentang Ayah karya Layli Qibtiah
Inspirasi puisi tentang ayah berikut ini merupakan karya dari Layli Qibtiah dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019).

Ayah

Ayah….

Engkau pahlawan hidupku

Engkau bekerja keras demi keluarga

Engkau terkena hujan dan panas

Ayah…

Engkau selalu ada untukku

Engkau selalu ada untuk ibu

Engkau selalu ada untuk keluarga

 

Ayah…

Pahlawanku…

Ayahku…

Pedomanku…

 

Ayah…

Engkau selalu baik

Engkau selalu bekerja keras

Terima kasih ayah…

2. Puisi Ayah pahlawan keluarga karya Firdarisma
Puisi Ayah yang menceritakan sosoknya sebagai pahlawan keluarga karya Firdarisma berikut ini dikutip dari Antologi Puisi Part 2 (2022).

Ayah

Ayah…

Ayah adalah pahlawan keluarga

Ayah tak kenal lelah dan tak pernah mengeluh

Demi keluarga Ayah tetap bertahan dan bersabar

 

Ayah…

Ayah adalah pemimpin keluarga

Di dalam keluarga kecil ini

Ayah memimpin keluarga ini

Untuk menjadi keluarga yang sejahtera

 

Ayah…

Aku berterima kasih

Atas pengorbananmu Ayah

Hanya doa yang bisa kubalaskan

Atas perjuanganmu Ayah

3. Puisi ayah, pahlawan hidupku karya Amelia Zelianti
Berikut puisi ayah karya Amelia Zelianti dalam buku Harga Rasa (Antologi Puisi).

Ayah, Pahlawan Hidupku
Ayah

Menguras keringat demi mencari nafkah

Untuk diriku yang masih kecil ini ayah

Menjagaku dan mengajariku arti kehidupan

 

Sang pahlawan hidupku

Melindungiku dari terpaan badai apapun

Rela menyembunyikan luka di hatinya

Ayah selalu memberi kebahagiaan

 

Ayah rela melakukan segalanya demi diriku

Ayah sanggup berkorban untuk langkah hidupku

Selalu menemani dan memberiku kekuatan

Ayah selalu ada di sampingku selamanya

 

Ayah jasamu akan kukekang di hati dan jiwaku

Ayahlah pahlawan hidupku

yang selalu berkorban dan menjaga setiap detik

4. Puisi Ayah singkat
Puisi singkat tentang ayah berikut merupakan karya dari Natasha Aulia dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019).

Ayah

Ayah…

Engkau pahlawan hidupku

Engkau bekerja keras demi keluarga

Engkau terkena hujan dan panas

 

Ayah…

Pahlawanku…

Ayahku…

Pedomanku…

 

Ayah…

Engkau selalu baik

Engkau selalu bekerja keras

Terima kasih ayah…

5. Puisi tentang Ayah yang telah tiada
Puisi berjudul Ayah berikut merupakan karya dari Natasya Farhatunnisa dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019) tentang ayah yang sudah tiada.

Ayah

Senja surya mengulas hidup

Kini rentan termakan usia

Kuhanya bisa mengenang

Segala yang ayah perbuat

 

Wujudku tak tercapai

Citaku tak tercapai

Karena renta…

Termakan usia ayah

 

Hilang angan dan harapanku

Ingin marah tapi…

Bagaimana dengan takdir

Yang bertentangan dengan keinginanku

6. Puisi menyentuh hati tentang ayah
Berikut contoh puisi menyentuh hati tentang ayah karya Nurbilkis dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019).

Ayah

Ayah…

Engkaulah pahlawanku

Engkaulah penyemangat hidupku

Engkaulah motivasiku…

 

Ayah…

Engkaulah yang menafkahi keluarga…

Engkaulah yang membiayai aku sekolah

Engkaulah yang memberiku uang jajan

 

Ayah…

Engkaulah yang menjaga dari mara bahaya

Tanpa engkau aku tak mungkin bisa secerdas ini

Tanpa engkau aku tak mungkin bisa sepintar ini

 

Ayah… Terima kasih untuk semuanya…

Untuk semua yang engkau berikan kepadaku…

Terima kasih ayah…

7. Puisi untuk ayah yang hebat
Puisi berjudul Ayah sebagai ungkapan sayang untuk ayah yang hebat karya Syifa Husnia Zahra dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019).

Ayah

Yang mengumandangkan azan di telinga kecilku

Yang hingga saat ini aku bisa mendengar suara

Menungguku hingga letihnya badan

 

Mengajariku bagaimana caranya berjalan

Hingga saat ini aku bisa berjalan

Mengajariku bagaimana caranya berbicara

Hingga saat ini aku fasih berbicara

8. Puisi terima kasih ayah karya Rahil Yusfiah
Puisi berikut sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada ayah karya Rahil Yusfiah dalam buku Kumpulan Puisi Siswa/i Bertema Ibu Ayah (2019).

Ayah

Terima kasih Ayah…

Kau yang sudah menafkahi keluarga kami

Kau yang sudah kerja keras untuk kami

Kau bagaikan pahlawan untuk kami

 

Aku sayang padamu ayah

Kau akan selalu kukenang

Kalau aku melakukan kesalahan

Kau selalu mengingatku

Untuk tidak melakukannya lagi

 

Terima kasih atas pengorbananmu ayah

Aku sangat bangga padamu

Aku selalu tegar dan tangguh

Untuk keluarga kami

 

Maafkan aku Ayah

Aku yang pernah membantahmu

Aku yang selalu keras kepala

Tapi kau selalu memaafkanmu

9. Puisi untuk Ayah karya Pramoedya Ananta Toer
Berikut puisi terkenal berjudul Puisi untuk Ayah karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Puisi untuk Ayah

Sebenarnya, aku ingin kembali.

Pulang ke teduh matamu. Berenang di kolam yang kau beri nama rindu.

Aku, ingin kembali.

Pulang menghitung buah mangga yang ranum di halaman. Memetik tomat di belakang rumah nenek.

Tapi jalanan yang jauh, cita-cita yang panjang tak mengizinkanku. Menggaruk-garuk bantal saat aku bermimpi.

Aku ingin kembali ke rumah, Ayah.

Tapi nasib memanggilku.

Seekor kuda sembrani datang, menculikku dari alam mimpi. Membawaku terbang melintasi waktu dan dimensi kata-kata.

Aku menyebut pulang, tapi ia selalu menolaknya. Aku menyebut rumah, tapi ia bilang tak pernah ada rumah. Aku sebut kampung halaman, ia bilang kampung halaman tak pernah ada.

Maka aku menungganginya.

Maka aku menungganginya.

Menyusuri hutan-hutan jati. Melihat rumput-rumput yang terbakar di bawahnya. Menyaksikan sepur-sepur yang batuk membelah tanah Jawa.

Arwah-arwah pekerja bergentayangan menuju ibu kota. Mencipta banjir dari genangan air mata.

Arwah-arwah pekerja bergentayangan menuju ibu kota. Mencipta banjir dari genangan air mata.

Arwah-arwah buruh menggiring hujan air mata, mata mereka menyeret banjir.

Kota yang tua telah lelah menggigil, sudah lupa bagaimana bermimpi dan bangun pagi. Hujan ingin bercerai dengan banjir. Tapi kota yang pikun membuatnya bagai cinta sejati dua anak manusia.

Aku tak bisa pulang lagi, Ayah, kuda ini telah menambatkan hatiku di pelananya. Orang-orang datang ke pasar malam, satu per satu, seperti katamu berjudi dengan nasib, menunggu peruntungan menjadi kaya raya.

Tapi seperti rambu lalu lintas yang setia, sedih dan derita selalu berpelukan dengan setia.

Aku tak bisa pulang lagi, Ayah, kuda ini telah menambatkan hatiku di pelananya. Orang bilang, apa yang ada di depan manusia hanya jarak. Dan batasnya adalah ufuk. Begitu jarak ditempuh sang ufuk menjauh. Yang tertinggal jarak itu juga-abadi. Di depan sana ufuk yang itu juga-abadi. Tak ada romantika cukup kuat untuk dapat menaklukkan dan menggenggamnya dengan tangan-jarak dan ufuk abadi itu.

10. Perjamuan Petang karya Joko Pinurbo
Joko Pinurbo menulis puisi tentang ayah yang berjudul Perjamuan Petang dalam bukunya Perjamuan Khong Guan (2020).

Perjamuan Petang

Dua puluh tahun yang lalu ia dilepas ayahnya

di gerbang depan rumahnya.

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

Jangan pulang sebelum benar-benar jadi orang.”

 

Dua puluh tahun yang lalu ia tak punya celana

yang cukup pantas untuk dipakai ke kota.

Terpaksa ia pakai celana ayahnya.

Memang agak kedodoran, tapi cukup keren juga.

“Selamat jalan. Hati-hati, jangan sampai

celanaku hilang.”

 

Senja makin menumpuk di atas meja.

Senja yang merah tua.

Ibunya sering menangis memikirkan nasibnya.

Ayahnya suka menggerutu,

“Kembalikan dong celanaku!”

 

Haha, si bangsat akhirnya datang.

Datang di akhir petang bersama buku-buku

yang ditulisnya di perantauan.

Ibunya segera membimbingnya ke meja perjamuan.

 

“Kenalkan, ini jagoanku.” Ia tersipu-sipu.

Saudara-saudaranya mencoba menahan tangis

melihat kepalanya berambutkan gerimis.

“Hai, ubanmu subur berkat puisi?” Ia tertawa geli.

 

Di atas meja perjamuan jenazah ayahnya

telentang tenang berselimutkan mambang.

Daun-daun kalender beterbangan.

“Ayah berpesan apa?” Ia terbata-bata.

“Ayahmu cuma sempat bilang, kalau mati ia ingin

mengenakan celana kesayangannya:

celana yang dulu kaupakai itu.”

 

Diciumnya jidat ayahnya sepenuh kenangan.

Tubuh yang tak butuh lagi celana adalah sakramen.

Celana yang tak kembali adalah testamen.

“Yah, maafkan aku. Celanamu terselip

di tetumpukan kata-kataku.”

11. Sebuah Kamar karya Chairil Anwar
Puisi terkenal tentang ayah berikut berjudul Sebuah Kamar yang merupakan karya dari penyair terkenal Chairil Anwar.

Sebuah Kamar

Sebuah jendela menyerahkan kamar ini

pada dunia. Bulan yang menyinar ke dalam

mau lebih banyak tahu.

“Sudah lima anak bernyawa di sini,

‘Aku salah satu !”

 

Ibuku tertidur dalam tersedu,

Keramaian penjara sepi selalu,

Bapakku sendiri terbaring jemu

Matanya menatap orang tersalib di batu!

 

Sekeliling dunia bunuh diri!

Aku minta adik lagi pada

Ibu dan bapakku, karena mereka berada

di luar hitungan: Kamar begini,

3 X 4 m, terlalu sempit buat meniup nyawa

12. Puisi untuk ayah dan ibu
Puisi untuk diberikan kepada ayah dan ibu karya Sri Damayanti yang berjudul Untuk Ayah dan Ibu dalam bukunya Kumpulan Puisi (2022).

Untuk Ayah dan Ibu

Ayah Ibu…

Terima kasih atas kasih sayangmu

Ayah Ibu…

Kau orang pertama yang tidak pernah menyakiti putrimu

Kau rawat putrimu dengan lembut

Kau rawat putrimu dengan setulus jiwa

Kau perlakukan putrimu lebih dari sebuah Mutiara

Ayah Ibu…

Hari ini putrimu rindu semua prilakumu

 

Di saat putrimu ini menemukan pengganti kalian yang tepat dalam hidup

Dan berharap bisa menemani seumur hidup

Ternyata ini sebuah perjuangan yang penuh dengan tantangan

Dan ternyata putrimu tak bisa melakukan itu semua

Tanpa bantuanmu Ayah Ibu…

 

Di saat putrimu kesulitan kalian hadir memberikan bantuan

Mencoba menguatkan hati yang sedang kacau

Dan kau terus memberikan semangat dan mengatakan,

Kalau semua akan baik-baik

 

Semua, pengorbanan apapun rela kau lakukan

Demi melihat putrimu bahagia bersamanya

Terima kasih Ayah Ibu…

Doakanlah kebaikan selalu menyertai dalam setiap langkah yang putrimu lalui…

17 Puisi Singkat tentang Ayah Menyentuh Hati, Puitis dan Penuh Kasih Sayang

13. Puisi untuk ayah disertai doa tulus
Puisi untuk diberikan kepada ayah dan ibu karya Sri Damayanti yang berjudul Ayah dalam bukunya Kumpulan Puisi (2022).

Ayah

Kau adalah sosok yang bijaksana

Kau adalah sosok yang tegas

Kau adalah sosok yang tegar

Kau adalah sosok yang tangguh

Dan kini…

Rembutmu telah memutih

Tulang pipimu telah menonjol

Bahumu telah membungkuk

Keningmu telah berkerut

Langkah kakimu semakin gontai

 

Tapi kami anak-anakmu tak peduli usiamu yang kau sandang sekarang

Kami anak-anakmu selalu mengenang setiap tetes peluhmu

Kan kami pahat tiap-tiap letih langkahmu

Di dalam bingkai lukisan terindah, jalan hidupmu

 

Ayah…

Ijinkan aku bersandar di bahumu

Meski aku sudah tak kecil lagi

Untuk merasakan damai

Untuk merasakan teduh

Untuk merasakan terang

Yang selalu kau sajikan untuk anak-anakmu

 

Dan aku mohon, aku selalu kecil agar kau tak menua

Desah nafasmu agar tak terdengar berat

Detak jantungmu agar selalu penuh semangat

Aku mohon kau selalu ada bersama kami

Tak tertolakkan kau adalah idol kami anak-anakmu

 

Ayah…

Aku mencintaimu

Tapi aku tak tahu bagaimana mengucapkannya

Ayah…

Aku menyayangimu

Tapi aku tidak tahu bagaimana menunjukkannya

Di dalam diamku, aku hanya bisa berdoa

Semoga ayah selalu sehat dan bahagia…

14. Puisi tentang ayah yang telah tiada
Berikut puisi Ayah tentang ayah yang sudah tiada karya Osa dalam buku Antologi Puisi: Si Aku yang Benda Mati (2020).

Ayah

Ayah, belum sempat kucuci bekas lukamu

Belum sempat kuseka peluh di keningmu

Juga belum sempat aku tau bagaimana kerasnya engkau menghidupi kami pada saat itu

Yang kutau hanya aku gadis kecilmu yang selalu mengharapkan hadiah saat engkau pulang

 

Waktu ayah sedang sakit-sakitnya

Sungguh aku tidak tau bagaimana rasanya

Saat ayah sudah terbaring di bawah tabir hijau

Kupikir ayah hanya istirahat sebentar

Keitka ayah dibawa ke liang lahat

Kupikir ayah akan kembali esok atau lusa

 

Lambat laun

Setelah bertahun-tahun

Aku sadar bahwa ayah tidak akan pernah kembali

Seiring bertambahnya usiaku semakin aku mengerti

Bahwa pergimu untuk alam yang lebih berarti

Semoga Allah mempertemukan kita di syurga-Nya nanti

15. Puisi Sosok Lelaki Terhebat
Puisi berikut menceritakan ayah sebagai sosok lelaki terhebat karya Osa dalam buku Antologi Puisi: Si Aku yang Benda Mati (2020).

Sosok Lelaki Terhebat

Banyak puisi tentang ayah

Tapi itu ayah mereka

Ini ayahku

Ayah dari sembilan bersaudara

 

Ayah yang sudah pergi mencari rezeki sebelum mataku terbit di pagi hari

Kudengar bising mesin perahunya jauh sebelum matahari menampakkan tubuhnya

Lalu kembali saat ikan-ikan di atas sampannya sudah cukup

Cukup untuk dijual demi mengisi perut-perut kecil kami

 

Teriknya matahari tak melunturkan semangatnya

Derasnya hujan ia tetap bertahan di lautan

Kencangnya angin tak menjatuhkan tanggung jawabnya

Ayah, engkau adalah sosok lelaki terhebat

16. Puisi: Pesan dari Ayah karya Joko Pinurbo
Puisi karya penyair terkenal Joko Pinurbo yang berjudul Pesan dari Ayah dalam bukunya yang berjudul Selamat Menunaikan Ibadah Puisi (2016).

Pesan dari Ayah

Datang menjelang petang, aku tercengang melihat

Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam

di bawah pohon sawo di belakang rumah.

Ibu yang membelikan Ayah telepon genggam

sebab Ibu tak tahan melihat kekasihnya kesepian.

 

“Jangan ganggu suamiku,” Ibu cepat-cepat meraih tanganku.

“Sudah dua hari ayahmu belajar

menulis dan mengirim pesan untuk Ibu.

Kasihan dia, sepanjang hidup berjuang melulu.”

 

Ketika pamit hendak kembali ke Jakarta,

aku sempat mohon kepada Ayah dan Bunda

agar sering-sering telepon atau kirim pesan, sekadar

mengabarkan keadaan, supaya pikiranku tenang.

 

Ayah memenuhi janjinya. Pada suatu tengah-malam

telepon genggamku terkejut mendapat kiriman

pesan dari Ayah, bunyinya: “Sepi makin modern.”

 

Langsung kubalas: “Lagi ngapain?” Disambung:

“Lagi berduaan dengan ibumu di bawah pohon sawo

di belakang rumah. Bertiga dengan bulan.

Berempat dengan telepon genggam. Balas!”

 

Kubalas dengan ingatan: di bawah pohon sawo itu

puisi pertamaku lahir. Di sana aku belajar menulis

hingga jauh malam sampai tertidur kedinginan,

lalu Ayah membopong tubuhku yang masih lugu

dan membaringkannya di ranjang Ibu.

17. Puisi Ayah karya Supiani
Puisi berjudul Ayah berikut karya Supiani dalam buku Kumpulan Puisi Cinta (2020).

Ayah
Ayah…

Tadi pagi

Ketika aku, anakmu melangkah ke sekolah

Aku berpamitan,

Bersalaman,

Kulihat betapa bahagianya hatimu

 

Ayah…

Kau antar aku sampai ke pintu

Lambaian tanganmu tiada henti

Hingga aku benar-benar jauh

 

Ayah…

Setelah itu engkau turun

Pergi mengais rezeki

Tak peduli panas mau pun hujan

 

Ayah…

Dari tangan kekarmu

Engkau beri kami sesuap nasi

Dengan cucuran peluhmu

Kaupenuhi tanggung jawabmu

 

Ayah…

Tanggung jawabmu amat berat

Ayah…

Maafkan aku jika aku salah

 

Ayah…

Engkau memang tegar

Dalam menjalankan hidup

15 Contoh Puisi Tentang Alam Penuh Makna: Indah dan Menakjubkan!

15 Contoh Puisi Tentang Alam Penuh Makna: Indah dan Menakjubkan!

 

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra. Dimana biasanya puisi akan ditulis dengan berbagai macam tema, mulai dari puisi tentang alam, orang tua, percintaan, pendidikan, sahabat, dan lain sebagainya. Puisi sendiri merupakan karya sastra yang bisa menjadi tempat curahan perasaan, ide, dan juga gagasan pengarang ataupun penulisnya.

Biasanya, para penulis atau pengarang puisi akan menggunakan makna-makna simbolis. Sehingga seringkali terjadi penafsiran makna yang berbeda-beda dalam memaknainya.

Puisi ini bisa mengekspresikan emosi, suasana hati, kekaguman, kegelisahan, keresahan, dan juga suasana hati yang lainnya. Melalui karya puisi, seseorang akan lebih sadar untuk mengamati, mengagumi, ataupun memikirkan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya.

Untuk para pemula, membuat puisi dapat dimulai dari bait yang paling sederhana, yakni dua bait sampai menjadi bait yang tidak terhingga atau bisa disesuaikan dengan keinginan si penulis. Kebanyakan puisi, tiap baitnya terdiri dari tiga hingga lima baris. Simak ulasan berikut untuk menemukan contoh puisi tentang alam!

Apa Itu Puisi?

Puisi merupakan bentuk dari karya sastra yang berisi tentang ungkapan dan juga perasaan. Dimana karya puisi ini menggambarkan mengenai suasana atau kondisi sekitar ataupun lingkungan, sedih, senang, gelisah, atau kekecewaan. Makna yang terkandung di dalam sebuah puisi ini berisi tentang pesan-pesan tertentu yang dapat ditangkap oleh para pembacanya. Bahasa dan juga kata-kata yang ada di dalam puisi terikat dengan irama, rima, bait, dan juga lirik.

Struktur Batin atau Hakikat Suatu Puisi
Berikut ini adalah beberapa struktur batin yang ada di dalam sebuah karya sastra puisi, antara lain:

1.Tema: merupakan sebuah unsur utama yang ada di dalam puisi, karena hal itu berkaitan dengan makna yang ingin disampaikan oleh para penyair dengan bahasa.
2. Rasa: sikap sang penyair terhadap suatu masalah yang diungkapkan dalam puisi. Ungkapan rasa tersebut umumnya berhubungan dengan latar belakang penyair, misalnya pendidikan, agama, jenis kelamin, pengalaman, dan lain sebagainya.
3. Nada: seorang penyair bisa menyampaikan suatu puisi dengan nada yang menggurui, mendikte, memandang rendah, dan juga sikap lainnya terhadap pendengar atau pembacanya.
4. Tujuan: maksud dari suatu pesan yang ingin disampaikan oleh si penyair kepada pendengar atau pembacanya.

Struktur Fisik atau Metode Penyampaian Puisi
Berikut ini adalah beberapa struktur fisik yang ada di dalam karya sastra puisi, antara lain:

1. Tipografi: yakni bentuk format dalam sebuah puisi yang berupa pengaturan baris, tepi kanan dan kiri, halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata.
2. Diksi: yakni pilihan kata dari seorang penyair dalam mengungkapkan puisinya.
3. Imaji: yakni susunan kata yang ada di dalam puisi, yang mana mengungkapkan pengalaman indrawi si penyair, dari mulai pendengaran, perasaan, dan penglihatan. Hal tersebut dapat mempengaruhi para pembaca seakan-akan merasakan isi dalam puisi tersebut.
4. Kata Konkret: bentuk dari sebuah kata yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Sehingga menimbulkan imaji. Biasanya berbentuk kata kiasan atau imajinatif.
5. Gaya Bahasa atau Majas: Penggunaan bahasa yang dapat menimbulkan efek dan juga konotasi tertentu yang bisa mengandung banyak makna. Misalnya saja, majas metafora, repetisi, pleonasme, ironi, dan lainnya.
6. Rima atau Irama: yakni persamaan bunyi dalam penyampaian puisi, baik itu di awal, tengah, atau di akhir puisi.

Contoh-contoh Puisi Tentang Alam

Berikut ini adalah beberapa contoh puisi tentang alam yang dapat dijadikan sebagai referensi saat ingin membuat puisi, antara lain:

Senja Yang Indah

Keemasan cahaya di cakrawala
Di ufuk barat saat hari mulai senja
Terbelalak mata saat memandangnya
Keindahan dari sang maha pencipta

Sang surya bersiap untuk tenggelam
Menjemput mesra ketenangan malam
Meneguk cahaya dalam-dalam
Menyempurnakan keindahan malam

Lembayung indah tampak kekuningan
Gradasi warna bagaikan lukisan
Di sudut langit yang tipis berawan
Hiasan terbesar sepanjang zaman

Sang Bulan Mengusap Lukaku

Senyuman manis sang bulan menyapaku
Begitu indah mekarkan suasana hatiku
Sejenak ku terdiam termangu
Memandang indahnya yang tak pernah jemu

Sinarmu terpancar mengusir gelap
Menembus malam hadirkan terang
Kunikmati cahayamu hangatkan malamku
Bahagiakan rongga hati ini yang tersinari

Bulan, belailah jiwaku ini
Yang begitu tegang menjalani hari
Usaplah sesaknya asmara di dada ini
Keringkanlah luka menganga dihati ini

Bulan, memandangmu membuatku mengerti
Bahwa keindahan tak harus selalu didekati
Bahwa keindahan tak harus selalu dimiliki
Namun hanya untuk sekedar di pandang dan dikagumi

Senja, Keindahan Yang Tidak Terganti

Siang mulai berganti
Warna langit pun berubah menjadi jingga
Burung-burung silih berganti terbang di tengah warna jingga yang kian melebur di langit sana
Siapa saja yang melihatnya, akan takjub dibuatnya
Waktu terus berlari
Warna jingga pun terkikis secara perlahan

Potongan Surga Nusantara

Masih dalam renungan pagi
Saat burung berkata merdu
Menyanyi kicau sendu
Tentang alam hari ini

Disana terhampar potongan surga
Terlukis dalam ranah keindahan
Langit selaksa biru nan indah
Awan berarak mengikuti sang angin

Padi menunduk dalam kebersahajaan
Terhampar diatas permadani kuning alam pesawahan
Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya
Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari

Inilah Indonesiaku, potongan surga yang Tuhan kirimkan kepada rakyat kita
Inilah Indonesiaku, keindahan lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negeriku
Inilah Indonesiaku, hamparan keindahan yang menghias tanah airku
Inilah Indonesiaku, tanah kebanggaan hingga maut mengakhiri perpisahan

Awan

Bertebaran di angkasa
Putih, kelabu, dan hitam
Warna -warna menawan
Bergelombang mengombak-ombak

Tebal dan sangat indah
Bahkan sang bagaskara tak terlihat
Pelangi terlihat tak penuh
Karena sang selimut menutupinya

Jauh disana
Menyelimuti jagat raya
Tebal tipis
Beredar dimana-mana

Indah bukan buatan
Ingin rasanya memeluknya
Lembut dan menawan
Indah tak terperikan

Sawah

Sawah di bawah emas padu
Padi melambai, melalai terkulai
Naik suara salung serunai
Sejuk didengar, mendamaikan kalbu

Sungai bersinar, menyilaukan mata
Menyemburkan buih warna pelangi
Anak mandi bersuka hati
Berkejar-kejaran berseru gempita

Langit lazuardi bersih sungguh
Burung elang melayang-layang
Sebatang kara dalam udara
Desik berdesik daun buluh
Di buai angin dengan sayang
Ayam berkokok sayup udara

Panorama Gunung Pagi Hari

Udara dingin amat membeku
Kabut tipis masih melayah-layah
Perlahan-lahan bangkit sang surya
Cahayanya menembus alam semesta
Kicau burung mulai terdengar
Menemani pagi yang datang
Suasana pun disemarakkan
Agar manusia penuh kebahagiaan
Dari rumah-rumah penduduk
Terlihat asap mulai mengepul
Menanak nasi di pagi hari
Untuk sarapan di pagi ini

Keindahan Kaki Gunung

Di kaki gunung nun jauh di sana
Ada hamparan dari sawah
Warnanya menghijau
Menyejukkan pandangan mata
Angin semilir tiada henti
Menerpa ke wajah para petani
Sembari membersihkan padi
Agar panen di tahun ini membuahkan hasil
Burung-burung berlarian
Dari pucuk-pucuk dahan
Kadang-kadang mereka menggoda
Petani yang istirahat di Gubuk Tua

Kesegaran Udara Pegunungan

Kubentangkan kedua tanganku
Di puncak gunung berwarna biru
Memandang dari ketinggian
Hamparan bumi penuh keindahan
Kupejamkan mata kuhirup udara
Udaranya pun kuhirup dalam dalam
Agar memenuhi rongga dada
Aku pun merasakan kesegarannya
Inilah alam pegunungan
Sangat bersih dan segar
Jauh dari polusi
Yang bisa menyakiti diri

Keindahan Alam di Pagi Hari

Ku buka mata
Cahaya pagi menembus kaca jendela
Semerbak mawar merah dan putih merekah
Ku buka jendela
Ku hirup udara nan segar
Melihat kabut tebal yang masih menyelimuti bumi
Setetes embun membasahi daun
Kicauan indah terdengar di telinga
Angin menembus halus menembus kulit
Ku lihat awan seputih melati
Dan langit sebiru lautan samudra
Kini ku siap menghadapi hari yang baru dan indahnya bumi

Hutan yang Indah

Air dangkal kujalani
Tubuh yang basah mulai kukeringkan
Akar-akar pohon memakan air dan hujan telah tiada
Kemarau menyambut
Untuk keseimbangan alam
Merdunya burung-burung bernyanyi
Hari baru sebagai tandanya
Aku terpana akan buaian ini
Hanya millikku saja
Sejenak aku menutup mata
Sejenak membentangkan tanganku
Bahagia kurasakan, sejuk, dan bahagia

Lukaku Diusap Sang Bulan

Aku melihat senyuman manis sang bulan seakan-akan menyapaku
Senyumannya terlihat sangat indah membuat hatiku serasa mekar
Aku pun terdiam

Memandang indah sang bulan yang tidak pernah jemu
Sinarnya seakan-akan mengusir gelap malam ini
Kunikmati cahayanya menghangatkan tubuh dan malamku
Serta hati ini terasa bahagia karena ia menyinari malam ini
Bulan, kenapa kau memandangku seperti itu?
Membuatku tidak mengerti dibuatnya

Bahwa setiap keindahan tidak harus senantiasa didekati
Bahwa keindahan tidak harus senantiasa dimiliki
Namun hanya sekedar untuk dipandang dan dikagumi dari kejauhan

Kemana Perginya Alam Lestari

Dulu sering ku lihat hamparan hijau sawah beratapkan langit biru
Kiri kanan sawah, tengahnya sungai
Di antara gunung matahari terbit malu-malu
Namun sekarang kemana?

Lapisan tanah becek berwarna coklat setiap habis hujan
Kini tanahku berwarna abu
Lama kucari tanah becekku
Tapi kenapa sekarang tak nampak?
Cemara kehidupan tinggi menjulang

Menjadi rumah bagi banyak hewan buatan Tuhan
Sekarang cemaranya tidak berwarna hijau dan teduh
Tetap tinggi tapi banyak jendela, banyak lampu
Mengapa bisa begitu?

Sering banjir, sering longsor
Di barat ada asap bikin marah tetangga
Padahal dahulu tidak begitu
Ibu pertiwi cuma tersedu tapi tidak malu
Sayang sekali ibu pertiwi kini tidak hanya sedih
Menanggung pilu sambil tertatih
Anak-anaknya nakal semua
Biar dimarahi tapi tak pernah jera

Pantai

Di tepi pantai kupejamkan mata
Lelah tak tau harus berbuat apa
Tergeletak di hamparan pasir
Dihiasi dengan ribuan sampah

Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semuIa
Kemarau itu datang kepadamu
Tumbuh perlahan
Berhembus amat panjang
Menyapu lautan

Mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!
Mengekal tanah berbongkahan! Datang kepadamu
Ia, kemarau itu dari Tuhan, yang senantiasa diam dari tangan-Nya.
Dari tangan yang dingin dan tak menyapa yang senyap.
Yang tak menoleh barang sekejap.

Demikian penjelasan mengenai puisi tentang alam dan contohnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga : https://www.memefloristbali.com/

5 Contoh Puisi tentang Pendidikan yang Bisa Dijadikan Referensi

5 Contoh Puisi tentang Pendidikan yang Bisa Dijadikan Referensi

 

Membuat puisi biasanya menjadi satu di antara tugas yang kerap diberikan kepada murid di sekolah, terutama saat mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Puisi adalah bentuk karya sastra yang berisi ungkapan hati sang penulis dengan menggunakan gaya bahasa menarik.

Tidak hanya indah, puisi juga mengandung makna yang dalam, irama, rima, dan matra, dalam setiap baitnya.

Satu di antara tema yang sering diangkat dalam puisi adalah pendidikan.

Apabila kamu sedang mencari ide dalam membuat puisi bertema pendidikan, bisa menyimak beberapa contohnya pada artikel ini yang bisa dijadikan referensi.

Terima Kasih Guruku

Dulu aku bodoh

Dulu aku tak tau apa-apa

Aku tak tau cara membaca

Aku tak tau bagaimana cara menulis

Aku juga tak tau bagaimana cara menghitung

 

Semuanya berubah saat aku mengenalmu

Kau mendidikku dengan sabar dan teliti

Kau mengajariku bagaimana cara membaca

Kau mengajariku bagaimana cara menulis

Kau juga mengajariku bagaimana cara menghitung

 

Setitik dari peluhmu

Menandakan perjuangan yang sangat besar

Untuknya dan murid-muridnya

Walaupun kadang kami membuatmu marah

Kau tak pernah mengeluh sedikitpun

 

Guruku…

Maafkan segala kesalahan yang telah kami lakukan kepadamu

Terima kasih telah mengajari kami banyak hal selama ini

Jasa-jasamu akan kami kenang selalu

Rumah Ilmu

Ilmu

Bagaikan awan di langit

Bagaikan udara di bumi

Begitu penting bagi kehidupan manusia

 

Ilmu

Begitu pentingnya dirimu

Begitu banyaknya dirimu

Begitu hebatnya dirimu

Kata dikagumi pun kurang untukmu

 

Ilmu

Terlalu banyak jika dihitung

Terlalu sedikit untuk diraba

 

Namun

Begitu mudahnya dirimu ditemukan

Tiap hari selalu ada dirimu

Begitu fantastisnya dirimu

Disinilah aku

Mendapatkanmu

Rumah ilmu

Sekolahku

Berdiri di Atas Ilmu

Hidup ini didasari dengan ilmu

Untuk memahami semua ilmu

Mulailah belajar memahami

Ini akan sangat berarti

 

Memang ada banyak rumus

Maka dari itu belajarlah terus

Kuatkan seluruh tekadmu

Untuk berdiri di atas ilmu

 

Semuanya takkan berhenti

Jika kamu berusaha lagi

Ketika semangatmu berkobar

Janganlah lelah untuk belajar

 

Ini saatnya untuk berjuang

Tanpa perlu pikir panjang

Teruslah menuntut ilmu

Berdiri di atas ilmu

Meraih Mimpi

Bilamana mentari bangun pagi

Ku siap mengawali hari

Dengan sejuta harapan dan mimpi

Kan kuwujudkan demi bangsa ini

 

Meski adanya pandemi seperti ini

Namun yak menyerah diri ini

Tak kan ada kata putus asa dan malas diri

Kini saatnya berusaha dan meraih mimpi

 

Janganlah terlena dengan dunia ini

Kita harus mengerti dan tahu diri

Betapa kerasnya hidup ini

Untuk mewujudkan sebuah mimpi

 

Doa menjadi pedoman yang tinggi

Jangan ragu dan bimbang hati

Jadikan pelecut untuk meraih mimpi

Demi masa depan yang indah nanti

Hari Pendidikan

Ing ngarsa sung tuladha

Ing madya mangun karsa

Tut wuri handayani

 

Ki Hajar Dewantara

Tak ada ragu ia maju

Tuk pertahankan apa yang ia mau

Walau musuh memiliki segudang peluru

 

Hanya satu yang ia ingini

Keadilan negeri walau jajahan tak henti

Agar semua mampu berdiri

Dengan ilmu ia bermimpi

Negeri ini punya segudang prestasi

Semua hak terpenuhi, tuk pahami teori-teori

Hingga kelak pasukan cerdas terealisasi

Semoga ini bukan hanya dalam bait yang diamini

 

Baca Juga : memefloristbali.com