Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Universitas Negeri Malang

Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Universitas Negeri Malang

Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Universitas Negeri Malang

Diklat Wawasan Kebhinekaan Global Universitas Negeri Malang. Diklat Wawasan Kebhinekaan Global (WKG) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud digelar secara daring melalui tautan Google Meet situs slot bonus new member 100. Acara ini dihadiri oleh mahasiswa PPG Dalam Jabatan Agribisnis Ternak Kelas 002 Kategori 1 Universitas Negeri Malang (UM). Dalam diklat ini, lebih dari satu topik menarik di sediakan oleh pemateri terkemuka, Bapak Dosen Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si., dan Ibu Dosen Dr. Balqis, S.Pd, M.Si., yang mengupas tentang pentingnya mengerti keberagaman budaya dan menciptakan lingkungan pendidikan yang harmoni dan damai.

Topik pertama yang diangkat adalah “Dunia yang Berwarna.” Bapak Dosen Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si., mengemukakan pemahaman tentang keragaman budaya world dan pentingnya menghargai perbedaan tersebut. Beliau mengedepankan bahwa mengerti dan merayakan keberagaman adalah langkah perlu menuju dunia yang lebih baik. Peserta diklat meraih wawasan tentang budaya-budaya yang tidak serupa di bermacam negara dan bagaimana mempromosikan inklusi serta kerjasama antarbudaya.

Selanjutnya, pemateri membawakan topik “Indonesia yang Harmoni,” yang menyoroti kekayaan budaya Indonesia dan pentingnya menciptakan harmoni di sedang keragaman. Bapak Dosen Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si., mengajak peserta untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia bersama dengan menghargai budaya-budaya yang ada. Peserta diklat diberikan ilmu tentang begitu banyak ragam suku, bahasa, dan kebiasaan istiadat di Indonesia, serta pentingnya menjaga toleransi dan saling menghargai antarwarga negara.

Damai Dimulai dari Diri

Selanjutnya, topik ketiga adalah “Damai Dimulai dari Diri.” Pemateri, Bapak Dosen Drs. I Wayan Sumberartha, M.Si., mengemukakan pentingnya membangun kedamaian dan mengelola konflik bersama dengan bijaksana. Beliau membagikan langkah di dalam menghadapi perbedaan pendapat dan konflik di dalam konteks pendidikan. Peserta diklat diajak untuk merefleksikan diri dan jadi agen pergantian yang bisa menyebarkan nilai-nilai damai di masyarakat.

Topik selanjutnya dibawakan oleh Ibu Dosen Dr. Balqis, S.Pd, M.Si., bersama dengan judul “Sekolahku Bhineka.” Beliau mengupas tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan menghargai keberagaman di sekolah. Ibu Dosen Dr. Balqis, S.Pd, M.Si., mengajak peserta untuk menciptakan program-program yang mendorong partisipasi dan keberagaman peserta didik. Peserta diklat diberikan ide tentang pendekatan yang bisa diimplementasikan di sekolah mereka untuk menciptakan lingkungan yang menerima dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Terakhir, pemateri membawakan topik “Sekolahku yang Damai.” Ibu Dosen Dr. Balqis, S.Pd, M.Si., memaparkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang damai dan langkah untuk mengatasi konflik di antara peserta didik. Peserta diklat diajak untuk melihat konflik sebagai peluang untuk studi dan tumbuh bersama. Melalui pendekatan yang penuh perhatian dan dialog yang terbuka, mereka bisa menciptakan keadaan yang selaras dan damai di sekolah.